Waspada
Waspada » Pemko P. Siantar Diminta Hentikan Pembangunan Cafe Di DAS Bahmati
Sumut

Pemko P. Siantar Diminta Hentikan Pembangunan Cafe Di DAS Bahmati

Bangunan yang menjorok hingga ke DAS Bahmati di Jalan Handayani Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Sitalasari Kota Pematangsiantar. Foto direkam, Senin (22/3). Pemko P. Siantar Diminta Hentikan Pembangunan Cafe Di DAS Bahmati. Waspada/Hasuna Damanik
Bangunan yang menjorok hingga ke DAS Bahmati di Jalan Handayani Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Sitalasari Kota Pematangsiantar. Foto direkam, Senin (22/3). Pemko P. Siantar Diminta Hentikan Pembangunan Cafe Di DAS Bahmati. Waspada/Hasuna Damanik

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Satu bangunan disebut-sebut untuk cafe atau tempat nongkrong saat ini sedang dikerjakan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Bahmati, mengundang tanya kalangan masyarakat di Jalan Handayani Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Sitalasari, Kota Pematangsiantar.

Pantauan di lapangan, pengerjaannya sangat mengkhawatirkan karena dibangun persis di daerah terlarang atau DAS, membuat alur sungai Bahmati tersebut menyempit. Parahnya lagi, ternyata bangunan itu tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Bangunan muncul bagai bangunan siluman.

“Kami hanya pekerja, tidak tau siapa pemilik bangunan ini,” kata seorang pekerja bangunan, Senin (22/3), saat ditanyakan siapa pemiliknya.

Warga setempat yang ditanya terkait keberadaan bangunan dimaksud juga tidak tau sama sekali bangunan itu milik siapa dan untuk apa dibangun. Warga mengaku khawatir, jika bangunan itu dibiarkan terus berlangsung maka dampaknya akan membahayakan bagi warga yang bermukim di daerah itu.

“Kami takut ada bahaya banjir dan longsor. Memang Bahmati ini terlihat kecil bahkan tidak berair, namun sekali-sekali sungai ini bisa meluap seperti pernah kejadian sebelumnya,” cetus warga yang enggan disebutkan namanya.

Camat Sitalasari, H. Simamora, saat dijumpai di kantornya, Senin (22/3) siang, mengaku tidak tahu siapa pemilik bangunan yang ada di DAS Bahmati itu. ” Saya tidak tau pasti, tanyakan saja kepada Lurah Bah Kapul, dia lebih tau,” kata Camat.

Sementara, Lurah Bah Kapul, Jaya Kesuma, ditemui di kantornya mengakui sudah mengetahui bahkan sudah mengeluarkan surat resmi bahwa tanah yang sedang dibangun tersebut tidak dalam keadaan sengketa. Namun lurah yang pernah menjadi ajudan Wali Kota Siantar ini, tidak mau menyebutkan siapa pemilik bangunan di DAS Bahmati seputar Jalan Handayani itu.

“Soal IMB itu urusan pihak perizinan, saya hanya mengeluarkan rekomendasi bahwa tanah tidak dalam sengketa. Sedangkan soal nama pemilik, saya tidak ingat namanya, tapi hubungi saja nama Willy, dia mengurus,” cetus Jaya.

Sementara, seorang warga marga Panjaitan tanpa sengaja bertemu di kantor Lurah Bah Kapul, mengungkapkan bahwa lokasi bangunan itu awalnya diusahai oleh orang tuanya, untuk tempat berladang.

Bahkan sudah 35 tahun lebih diusahai dan pernah berniat untuk membuat sertipikat ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun ditolak dengan alasan DAS. “Kami heran, kenapa tiba-tiba ada orang yang mengaku sebagai pemilik bahkan mendirikan bangunan hingga ke dalam sungai,” ungkap Panjaitan dengan nada heran.

Sedangkan Rudolf Hutabarat, mantan anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari Partai Demokrat, saat dimintai tanggapannya mengatakan, siapa pun tanpa kecuali tidak boleh membangun di DAS. “Karenanya kita minta Pemko Pematangsiantar menghentikan bangunan yang menyalahi aturan itu, demi menjaga hal-hal yang dapat merugikan orang banyak,” kata Rudolf.(a27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2