Waspada
Waspada » Pemkab Tapsel Dukung Upaya Restorasi Gambut
Sumut

Pemkab Tapsel Dukung Upaya Restorasi Gambut

Bupati Tapsel Dolly Pasaribu saat menyampaikan sambutan dalam semiloka Mendorong Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Gambut di Tapsel yang berlangsung di Padangsidimpuan. Pemkab Tapsel Dukung Upaya Restorasi Gambut. Waspada/Ist
Bupati Tapsel Dolly Pasaribu saat menyampaikan sambutan dalam semiloka Mendorong Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Gambut di Tapsel yang berlangsung di Padangsidimpuan. Pemkab Tapsel Dukung Upaya Restorasi Gambut. Waspada/Ist

TAPSEL (Waspada): Bupati Tapsel Dolly Putra Parlindungan Pasaribu menegaskan Pemkab mendukung penuh upaya restorasi gambut di Sumatera Utara, khususnya di daerah Tapanuli Selatan.

Hal itu disampaikan Bupati dalam Semiloka bertajuk Mendorong Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Gambut di Tapsel dan Sumut, yang berlangsung di Padangsidimpuan, Selasa (20/4). Dikatakan, pihaknya berkomitmen melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengelolaan gambut di Tapsel bersama pihak terkait.

Menurut Dolly, pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan merupakan kunci penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Selain itu, pengelolaan gambut juga penting dalam pembangunan rendah karbon (PRK) dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Berdasarkan data dari Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) 2018, Tapsel memiliki 6.051,80 Ha gambut, sebagian besar berada di dataran rendah pesisir barat Sumatera. Sekitar 82% gambut berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL) dan sisanya ada di kawasan Hutan Produksi sebesar (16%) dan di Hutan Produksi Terbatas (2%).

Dari persentase tersebut, 70% gambut berada di kawasan konsesi yang sebagian besar ditanami sawit, sehingga pengaruhi kualitas dan jasa ekosistem gambut. Sedangkan gambut merupakan ekosistem yang memiliki peran strategis bagi kehidupan manusia yakni sebagai penyimpan dan penjamin ketersediaan air.

Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut, Budi Susanti, dalam Semiloka itu menyebutkan, pemerintah sudah mengeluarkan Permen LHK No.60/2019 terkait pedoman penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut (RPPEG) dan penetapan SK Men LHK No. 246/2020 tentang rencana perlindungan dan RPPEG Nasional secara rinci.

Kepala Bappeda Sumut, Hasmirizal Lubis menyebutkan saat ini Pemprov Sumut sedang menyusun rencana pembentukan forum pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut, bekerja sama dengan Conservation International untuk pelestarian ekosistem gambut.

Katanya, tahun depan akan dikembangkan 200 desa wisata yang potensi gambutnya dikembangkan. Sumut juga diharapkan dapat masuk ke dalam provinsi prioritas kegiatan restorasi gambut sesuai Permen LHK No.8/2020 tentang penugasan sebagian urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Advisor Yayasan Lahan Basah/Wetlands Internasional Indonesia Nyoman Suryadi putra mengatakan program percontohan di Muara Manompas, Tapsel telah mengimplementasikan pendekatan rewetting (pembasahan kembali), revegetasi, dan revitalisasi mata pencaharian.

Katanya, 16 sekat kanal sudah dibangun bersama masyarakat dengan menggunakan batang pinang sebagai bahan kontruksi. Saat ini, ujarnya, 250 Ha lahan sudah mendapat perlakuan pembasahan kembali dan sedang ditanami jelutung, pakkat, dan sagu sebagai spesies asli gambut yang bernilai ekonomi.

Semiloka yang digelar secara daring dan luring itu sedikitnya dihadiri 90 peserta. Turut menjadi pembicara, perwakilan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang juga Kepala Sub Pokja Pengelolaan Ekosistem Gambut, Agung Rusdiyatmoko. Kemudian perwakilan dari Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Anna Amalia.(a31)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2