Waspada
Waspada » Pembelajaran Daring Psikologi Siswa Terganggu
Headlines Sumut

Pembelajaran Daring Psikologi Siswa Terganggu

Para siswa mengikuti belajar Daring dengan gurunya, sampai sekarang sekolah tatap muka belum dilakukan. Pembelajaran Daring Psikologi Siswa Terganggu. Waspada/Ist
Para siswa mengikuti belajar Daring dengan gurunya, sampai sekarang sekolah tatap muka belum dilakukan. Pembelajaran Daring Psikologi Siswa Terganggu. Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Hampir satu tahun siswa tidak masuk ke sekolah dan menggunakan metode pembelajaran Daring (dalam jaringan) dan Luring (Luar Jaringan), dikhawatirkan perkembangan psikologi anak terganggu.

Pemantau Psikologi anak Rencana Karokaro S.Psi, saat dihubungi Waspada.id, Senin (22/2) menuturkan tidak bisa dipungkiri sistem pembelajaran di tengah pendemi mempengaruhi psikologi anak, karena metode daring dinilai sangat ringan dikerjakan anak.

“Berpengaruh dengan perkembangan emosional anak, terutama dalam minat dan kemampuan,” jelas Karokaro.

Tidak hanya itu, menurut Karokaro, dikhawatirkan memudarnya pendidikan karakter atau moral anak, karena pada hakikatnya sekolah bukan saja memberikan pendidikan intelektual, melainkan pendidikan moral dan etika, sehingga diperlukan kerja sama orang tua dan murid serta masyarakat sekitar dalam ikut berpartisipasi memberikan pendidikan terhadap anak, agar bisa tumbuh sesuai yang diharapkan. Namun pada situasi saat ini, banyak orang tua yang kebingungan dihadapkan perputaran ekonomi yang lambat karena pendemi.

“Secara pribadi saya berharap pemerintah itu jujur, dan membuka sekolah tatap muka dengan melihat keadaan sebenarnya di lapangan. Jangan samakan situasi di Asahan dengan kota besar, sehingga proses belajar mengajar tatap muka tidak kunjung dilakukan,” jelas Karokaro.

Sedangkan Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kab Asahan Mursaid, menuturkan hingga saat ini belum ada izin dari Gubsu Sumut tentang belajar tatap muka, sehingga metode Daring dan Luring dilakukan. Dirinya juga tidak bisa memungkiri bahwa dengan sistem belajar di tengah pandemi mempengaruhi psikologi anak.

Untuk mengatasi itu, lanjut Mursaid, siswa datang kesekolah untuk mengantar dan menjemput LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) ke sekolah dengan jadwal dua kali dalam seminggu, dan saat itu juga dilakukan bimbingan oleh guru kepada siswa.

“Untuk menjaga perkembangan psikologi anak, sekolah melakukan tatap muka dengan guru dengan bimbingan LKPD dengan singkat dan siswa yang dibatasi. Pertemuan tatap muka itu adalah permintaan orang tua siswa, dengan harapan kemampuan intelektual dan psikologinya siswa bisa dikontrol dengan baik,” jelas Mursaid. (a19/a20)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2