Waspada
Waspada » Masjid Agung Sidikalang Masa Ke Masa Hingga Direnovasi
Features Sumut

Masjid Agung Sidikalang Masa Ke Masa Hingga Direnovasi

MASJID Agung Sidikalang di Jl. SM Raja berdampingan dengan Kantor Bupati Dairi. Masjid Agung Sidikalang Masa Ke Masa Hingga Direnovasi. Waspada/Kartolo Munte
MASJID Agung Sidikalang di Jl. SM Raja berdampingan dengan Kantor Bupati Dairi. Masjid Agung Sidikalang Masa Ke Masa Hingga Direnovasi. Waspada/Kartolo Munte

SIDIKALANG (Waspada): Masjid Agung Sidikalang merupakan salah satu bangunan yang menjadi ikon Kota Sidikalang di Kabupaten Dairi. Masjid Agung Sidikalang dibangun dan diresmikan pada tahun 1988 semasa  Indonesia dipimpin oleh Presiden Suharto yang dikenal dengan Masjid Muslim Pancasila.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Agung Sidikalang Drs. H Dunggar Angkat, MM kepada Waspada.id, Selasa (6/7) di Sidikalang menceritakan sejarah singkat pembangunan Masjid Agung Sidikalang dari masa ke masa, Pembangunan Masjid Agung Sidikalang merupakan sumbangan dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila dan diresmikan pada tanggal 12 Desember 1988, masa itu Indonesia dipimpin Presiden Suharto.

Sedangkan Kepengurusan BKM saat itu di bawah kepengurusan Alam H Mudin Sagala, Alam HM Idris Pandiangan dan H. Djalam Sagala.

Masjid Muslim Pancasila di Kabupaten Dairi pada masa itu ada dua yaitu Masjid Agung Sidikalang dan Masjid Pesantren Dairi Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang.

Kemudian masa kepengurusan BKM alm H Naik Angkat, pembangunan masjid tergolong pesat yang meliputi pembangunan halaman yang dulunya tidak rata, diratakan dan diaspal, pembangunan tempat berwudu, pemagaran keliling masjid, termasuk pemagaran tempat pemakaman umum (TPU) Muslim, kemudian pengurusan surat Sertifikat Wakaf Masjid dan surat Sertifikat TPU di Jl. Putri Lopian Sidikalang pada tahun 2016.

Sedangkan masa kepengurusan BKM saat ini, berupaya membuat Masjid Agung Sidikalang menjadi salah satu Ikon Kota Sidikalang Kabupaten Dairi dan menjadikannya salah satu tujuan wisata religius.

“Saat ini, kita sudah melihat indahnya menara masjid Agung yang berdiri megah setinggi 35 meter yang juga berdampingan dengan Kantor Bupati Dairi. Pembangunan menara diawali pada tahun 2019 dengan peletakan batu pertama pembangunan menara oleh bapak Kapolda Sumatera Utara kala itu dijabat oleh Irjen Pol Agus Ardianto, SH, MH yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri dan diresmikan oleh Ustazd Abdul Somad pada awal tahun 2021 yang lalu,” terang Dunggar Angkat.

Untuk renovasi bangunan di sekeliling masjid pada saat ini merupakan hasil musyawarah pengurus BKM dan penasehat beserta sejumlah jamaah untuk memperluas bangunan karena pada saat Shalat Jumat dan Shalat Hari Raya sudah tidak mampu menampung jamaah sehingga perlu untuk diperluas.

Disinggung biaya pembangunannya, Dunggar Angkat mengatakan bahwa biaya pembangunan renovasi masjid bersumber dari donatur dan infaq jamaah. Untuk renovasi masjid ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp3,1 miliar.

Pada kesempatan itu, Ketua BKM Masjid Agung Sidikalang itu menyebutkan, para donatur yang berkeinginan untuk memberikan bantuan dan infaq untuk pembangunan renovasi Masjid Agung Sidikalang dapat menyalurkannya melalui rekening Panitia Pembangunan Renovasi Masjid Agung Sidikalang, Bank BRI No.0194.01.0238592 dan Bank Sumut No.28002040201800.(A25/B).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2