Waspada
Waspada » Pembangunan Jalan Pengembangan Obyek Wisata  Disoal
Sumut

Pembangunan Jalan Pengembangan Obyek Wisata  Disoal

Pembangunan jalan oleh Dinas Perikanan Batubara sebagai membantu masyarakat budidaya kerang di Pantai Sejarah Perupuk..Waspada/Iwan Has

LIMAPULUH (Waspada): Masyarakat menyambut baik pembangunan destinasi wisata mangrove dalam upaya pengembangan obyek wisata pantai sejarah Desa Perupuk, Kec Lima Puluh, Kab Batubara yang saat ini sedang berjalan, sepanjang tidak masuk dalam kawasan hutan.

“Salah satunya di bangun saat ini sarana jalan produksi untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat.”

“Dan jika berada dalam kawasan hutan ekosistem habitat pantai/ satwa didalamnya harus dijaga, sehingga tidak berekses terhadap perkembangannya. Apa sudah sampai kesana difikirkan dan prosedur dilakukan, sehingga pembangunan dapat terlaksana,”tukas sejumlah warga pengunjung Pantai Sejarah Perupuk kepada Waspada, Selasa (1/12) mengamati perjalanan  pembangunan tersebut.

Menurutnya segala pembangunan diberbagai sektor, termasuk pengembangan destinasi obyek wisata patut didukung demi kemajuan daerah, sejalan mewujudkan komitmen Bupati Zahir mewujudkan “Batubara Bisa”.

Namun pembangunan jalan produksi yang menjorok kelaut ditengah tanaman hutan mangrove tersebut apa sudah dilakukan pengkajian dari awal, terhadap lingkungan pantai.

Apa lagi jika berada dikawasan hutan seperti membangun rumah pohon satwa didalamnya juga harus terjaga.

“Ini semua harus ada kajian perencanaan yang matang dan tidak buru-buru.Sebab tidak seperti membangun infrastruktur ditempat lain. Kelangsungan ekositem dan satwa didalamnya juga harus dijaga,” ujarnya.

Sebelumnya Plt Kadis Perikanan Kab Batubara Toni kepada wartawan mengakui saat ini sedang berlangsung pembangunan jalan produksi sebagai membantu masyarakat budidaya kerang memudahkan mendaratkan hasilnya melalui APBD 2020 sebesar Rp 1, 4 M melalui proses tender. Dan pengelolaan nanti diserahkan kepada kelompok masyarakat.

Selain itu lanjut Toni sebagai mendukung jalan, akan dibangun warung/ galeri tempat menjual hasil budi daya kerang maupun produk kerajinan/industri masyarakat melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sedangkan pembangunan dikawasan pantai itu juga tidak hanya dilakukan pihaknya juga Dinas Pariwisata.

Sementara Kabid Pengendali Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kab Batubara Azmi dalam pertemuan di DPRD Kab Batubara, Selasa (1/12),  mengatakan bahwa pembangunan jalan produksi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat memudahkan budidaya kerang.

Sebab semua  itu nanti dikelola oleh kelompok masyarakat, sehingga pembangunan itu tidak perlu ada kajian dampaknya.

Sebab tidak ada merusak lingkungan dan alihfungsi hutan, sedangkan yang mereka kaji hanya dampak positif dari pemberdayaan budidaya kerang.

Pembangunan itu juga awalnya di Desa Gambus Laut,  kondisi alamnya sama dengan Pantai Perupuk strategis budidaya kerang. Panjang jalan 206 meter dari 500 meter direncanakan dampak pengurangan anggaran akibat Covid-19.(a18)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2