Waspada
Waspada » Pematangsiantar Alami Deflasi -0,44 Persen Periode Februari 2021
Ekonomi Sumut

Pematangsiantar Alami Deflasi -0,44 Persen Periode Februari 2021

Grafik inflasi dan deflasi serta penyebabnya di Kota Pematangsiantar periode Februari 2021. Pematangsiantar Alami Deflasi -0,44 Persen Periode Februari 2021. Waspada/Ist
Grafik inflasi dan deflasi serta penyebabnya di Kota Pematangsiantar periode Februari 2021. Pematangsiantar Alami Deflasi -0,44 Persen Periode Februari 2021. Waspada/Ist

PEMATANGSIANTAR (Waspada) : Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), secara umum, Kota Pematangsiantar pada periode Februari 2021 mengalami deflasi sebesar -0,44% (mtm) atau secara tahunan sebesar 2,73% (yoy).

“Angka itu lebih rendah dibandingkan realisasi periode Januari 2021 yang mengalami inflasi sebesar 1,13 persen (mtm), namun lebih rendah dibanding historis inflasi Februari 2021 selama empat tahun terakhir yang secara rata-rata mengalami deflasi sebesar -0,28% (mtm),” sebut Kepala kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat secara tertulis, Senin (1/3).

Menurut Edhi, tekanan deflasi pada Februari 2021 disebabkan penurunan harga ikan asin teri, cabai merah, daging ayam ras dan nanas.

“Komoditas ikan asin teri turun sebesar -14,57 persen (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,17 persen, disusul turunnya harga cabai merah sebesar -12,65 persen (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0.14%. Turunnya harga ikan asin teri pada periode laporan merupakan titik balik harga, di mana pada periode sebelumnya sempat mengalami lonjakan harga yang signifikan. Kondisi curah hujan yang kembali stabil di daerah pemasok ikan teri menyebabkan pengeringan ikan teri kembali stabil, hingga pasokan ikan teri dari sentra penghasil ikan kering di Belawan dan Tanjung Balai dan Asahan semakin meningkat dari periode sebelumnya,” jelas Edhi.

Sepanjang Februari 2021, lanjut Edhi, cabai merah mengalami penurunan. “Pemicu turunnya harga cabai merah yakni mulai melimpahnya stok cabai merah. Bukan hanya dari wilayah Sumut, stok cabai merah dari Aceh atau pun Sumbar, juga sudah melimpah, hingga permintaan cabai dari luar daerah mampu tertutupi dan harga cabai mampu dikendalikan. Hal ini, tercermin dari menurunnya harga cabai merah di semua kota pencatatan IHK di Sumut pada periode laporan, di mana penurunan harga cabai merah paling dalam dialami Kota Gunung Sitoli dengan andil -0,52 persen”.

“Tekanan deflasi lebih lanjut, tertahan dengan meningkatnya harga di beberapa komoditas jenis ikan seperti ikan lele, ikan dencis dan ikan bawal. Harga ikan lele naik sebesar 10,00 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,05 persen, disusul peningkatan harga ikan dencis sebesar 7,83 persen (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen dan peningkatan harga ikan bawal sebesar 25,71 persen (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Selain komoditas-komoditas itu, komoditas lain yang mengalami inflasi di Februari 2021 yakni semangka, tomat, jeruk dan pir,” sebut Edhi.

Selain itu, menurut Edhi, berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi pada Februari 2021 disumbang kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang masing-masing mengalami deflasi sebesar -1,37 persen (mtm) dan -0,26 persen (mtm), dengan andil masing-masing sebesar -0,53 persen dan -0,01 persen.

“Sementara, berdasarkan disagregasi kelompok inflasi, kelompok volatile food (VF) dan core inflation (CI), tercatat mengalami deflasi, sedang administrated price (AP) mengalami inflasi, VF mengalami deflasi sebesar -1,68 (mtm) dan inflasi inti (CI) deflasi sebesar -0,03 persen (mtm) dan inflasi AP mencapai 0,03 persen pada Februari 2021,” imbuh Edhi.

Edhi menambahkan, dalam upaya mengendalikan inflasi, beberapa program kerja yang telah dilakukan selama Februari 2021 oleh TPID Pematangsiantar yakni pelaksanaan rapat teknis, pelaksanaan monitoring dan pemantauan ketersedian bahan pokok di distributor dan gudang Bulog dan pelaksanaan monitoring harga harian melalui PIHPS maupun harga Disperindag.(a28/B).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2