Waspada
Waspada » Pemasangan U-Ditch Preservasi Pelebaran Jalinsum Dolok Sanggul-Siborongborong Diduga Ajang Korupsi
Sumut

Pemasangan U-Ditch Preservasi Pelebaran Jalinsum Dolok Sanggul-Siborongborong Diduga Ajang Korupsi

 

DOLOK SANGGUL ( Waspada): Pekerjaan Proyek Preservasi Pelebaran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Dolok Sanggul-Siborongborong TA 2018 yang berbiaya Rp 19 miliar diduga ajang korupsi. Dimana, pekerjaan proyek pada saluran drainase  itu sudah rusak hingga menggerus kabel tanam dekat drainase.

Disisi lain perawatan atas pekerjaan proyek tadi diduga tidak dilakukan. Sebab sejak dikerjakan, hingga saat ini tidak ada perhatian dari instnasi terkait.

 

Darto Silaban, 45 warga setempat, di kediamannya kepada Waspada, Jumat (5/2) mengatakan, bahwa preservasi pelebaran Jalinsum Dolok Sanggul-Siborongborong pada pemasangan U-Ditch saluran drainase patut diduga sebagai ajang korupsi.

 

Katanya, selain pemasangan U-Ditch beton yang asal jadi, U-Ditch tadi juga diduga tidak sesuai dengan standart yang tertera dalam kontrak, sehingga U-Ditch tadi mudah rusak dan tidak bertahan lama.

Terkait pemasangan U-Ditch pada saluran drainase, warga lainnya, FA Siregar, 33, lebih menyoroti pemasangan plat deker yang tidak merata di depan rumah warga. Plat deker yang seharusnya menutupi U-Ditch malah dibiarkan menganga. Sehingga para warga kewalahan untuk akses ke halaman rumah.

“Ada apa dengan rekanan yang mengerjakan proyek  Preservasi Pelebaran Jalinsum Dolok Sanggul-Siborongborong yang satu paket dengan pembuatan saluran drainase dari U-Ditch. Apa memang tidak semua U-Ditch saluran drainase ditutup atau rekanan hanya ingin meraup untung tanpa memikirkan keselamatan warga,” kata Siregar dengan nada bertanya.

Siregar menambahkan, atas pekerjaan proyek itu, masyarakat yang terdampak malah dirugikan khususnya dalam pembuatan penyambungan saluran darinase. Karena untuk pengerukan untuk pembuatan saluran drainase, pihak kontraktor harus membongkar plat deker yang ada dan berjanji akan melakukan perbaikan. Namun janji tersebut tinggal janji tanpa ada penggentian atas apa yang telah dibongkar.

Tidak hanya itu, diatas saluran drainase yang disambung tadi,  katanya, tidak semua dibuat plat deker di depan rumah warga. Sehingga warga yang terdampak atas proyek preservasi pelebaran jalan Dolok Sanggul-Siborongborong masih kewalahan untuk akses ke rumah, khususnya yang mempunyai kendraan roda empat.

Pihak rekanan dari PT Barelang Konstruksi, Baringin Tampubolon saat dihubungi melalui sambungan selulernya malah terksan cuek. Meski terdengar nada sambung atas konfirmasi wartawan, namun yang bersangkutan tak kunjung memberi jawaban. (cas)

Ket Foto. SALURAN Drainase dari U-Ditch beton tengah rusak berkeping. Waspada/Andi Siregar

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2