Pelempar Truk Terjerat Pasal 170 KUHP - Waspada

Pelempar Truk Terjerat Pasal 170 KUHP

  • Bagikan

 

KISARAN (Waspada): Dua tersangka pelemparan truk di Jalinsum Asahan yang sempat buron akhirnya ditangkap polisi, disangkakan dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmadani, saat paparan kasus, Senin (22/3/2021) sore, menuturkan bahwa tersangka EB,37, warga Dusun I, Desa Tanjungpasir, Kec Kualuh Selatan, Kab Labura, diamankan tim gabungan Sat Reskrim dan Polsek Pulauraja Polres Asahan, saat bersembunyi di sebuah gubuk milik warga di tengah hutan Liang Balik Kec Parsoburan, Kab Tobasa, Rabu (17/3/2021). Kemudian rekannya AP,20, warga Link II, Kel Gunting Saga, Kec Kualuh Selatan, Kab Labura, diamankan Sat Reskrim Polres Labuhan Batu, di Pinang Awan, Desa Aek Batu, Kec Torgamba, Kab Labusel, pada Jumat (19/3/2021).

“Kedua tersangka sempat kabur namun berhasil ditangkap, dan dikenakan pasal 170 jo Pasal 55, 56, KUHP, tentang perkara tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang dengan ancaman kurungan lima tahun enam bulan,” jelas Nugroho.

Nugroho menjelaskan kedua tersangka dan rekannya melakukan kekerasan dengan minta uang kepada supir truk jurusan Lampung-Langkat saat berhenti di Timbangan Mambangmuda, Labura, dengan jumlah Rp 50 ribu, namun supir memberikan hanya Rp 5 ribu. Sehingga para tersangka melakukan pengejaran sopir truk dan melempar kaca depan di wilayah Jalinsum Asahan, pada kejadian pada Kamis (11/3/2021). Sehingga supir truk melapor ke Polsek Pulauraja, Polres Asahan pada Minggu (14/3/2021).

“Hasil pemeriksaan awal, tersangka EB, pernah dipenjara dengan kasus Narkoba, sedangkan AP, melakukan perbuatan yang sama (meminta uang kepada supir truk lebih dari 30 kali,” jelas Nugroho.

Disinggung siapa otak pelaku dari dua tersangka itu, Nugroho mengatakan bahwa mereka melakukannya dengan bersama-sama, dengan minta uang kepada supir truk, dengan dalih untuk membeli rokok.

“Bila supir tidak memenuhi permintaan mereka, maka mereka tidak segan-segan merusak dengan melempar truk,” jelas Nugroho.

Sedangkan salah satu tersangka EB, menuturkan bahwa tindakan itu dilakukan untuk mencari uang rokok, dan saat diketahui aksi mereka sempat viral di media sosial, dirinya takut dan melarikan diri.

“Saya takut sehingga melarikan diri,” jelas tersangka singkat. (a19/a20)

Waspada/Sapriadi
Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmadani, saat paparan kasus pelemparan truk dengan dua tersangka.

  • Bagikan