Pelantikan 8 Pejabat Eselon II Pemkab Simalungun Tanpa Rekomendasi KASN - Waspada

Pelantikan 8 Pejabat Eselon II Pemkab Simalungun Tanpa Rekomendasi KASN

  • Bagikan

SIMALUNGUN (Waspada): Jelang tiga pekan pasca pelantikan 8 pejabat eselon II Pemkab Simalungun masih menyimpan masalah. Terungkap, pelantikan yang dilakukan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga, pada 1 Nopember 2021 lalu, ternyata tanpa rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Hal itu terungkap saat Asisten Komisioner KASN  Bidang Pengisian Jabatan Tinggi Wilayah II, salah satunya Sumut, Kusen Kusdiana, berkunjung ke kantor BKD Pemkab Simalungun di Pamatangraya, Kamis (18/11), untuk mengklarifikasi pelantikan dan penonjoban 19 pejabat Pemkab Simalungun.

” KASN tidak ada mengeluarkan rekomendasi terkait pelantikan 8 pejabat yang dilantik bupati Simalungun pada1 November 2021 lalu. Itu tanpa rekomendasi KASN,” tegas Kusen Kusdiana, kepada wartawan usai bertemu dengan Sekdakab Simalungun, Esron Sinaga dan pejabat BKD Simalungun.

Kusen Kusdiana menegaskan, satu-satu nya rekomendasi yang dikeluarkan KASN adalah, rekomendasi untuk pelaksanaan uji kompetensi terhadap 27 Pejabat Tinggi Pratama, bukan rekomendasi pelantikan terhadap 8 pejabat tinggi pratama yang dilakukan Bupati Simalungun.

Atas dasar temuan itu, pihak KASN katanya akan melakukan kajian dan evaluasi serta meminta Pemkab Simalungun untuk memenuhi segala ketentuan yang berlaku. ” Soal rekomendasi KASN, merupakan hal yang bersifat mengikat, dan sudah diatur dalam peraturan,” kata Kusen.

Selain melakukan klarifikasi terhadap permasalahan pelantikan 8 pejabat, kehadiran Asisten Komisioner KASN yang dilakukan oleh Bupati Simalungun, kedatangan pihaknya juga ingin melakukan klarifikasi, tentang dinonjobkannya 19 pejabat eselon II Pemkab Simalungun.

Dijelaskan Kusen Kusdiana, penonjoban terhadap ASN tidak bisa diterapkan, apalagi itu berdasarkan hasil dari uji kompetensi yang sudah digelar. ” Bahwa dalam kompetensi pejabat tinggi, tidak boleh dalam rangka penonjoban,” tandas Kusen.

Persoalan penonjoban tersebut akan dikaji dan dianalisa kembali oleh pihak KASN. Kalau tidak sesuai ketentuan, itu harus ditinjau ulang pihak Pemkab Simalungun.

Sementara penegasan, Sekda Esron Sinaga, justru bertolak belakang dengan apa yang ditegaskan Asisten Komisioner KASN, Kusen Kusdiana.

Sekda mengatakan bahwa pelantikan 8 pejabat dan penonjoban 19 pejabat eselon II yang dilakukan bupati Simalungun telah sesuai dengan peraturan yang ada. ” Tidak ada peraturan yang dilanggar,” ucap sekda seolah menentang penjelasan Kusen Kusnadi.

Disisi lain, usai melantik 8 pejabat eselon II lalu, Bupati Radiapoh H Sinaga, saat ditanya wartawan ketika itu mengaku bahwa pelantikan yang dilakukannya telah mendapat rekomendasi dari KASN. 

Dengan kehadiran Asisten Komisioner KASN ini maka terungkap, apa yang disebutkan bupati telah mendapat rekomendasi dari KASN hanya isapan jempol belaka.

” Sudah pasti, kita tetap taat aturan sebagaimana aturan yang berlaku di NKRI ini,” ujar Radiapoh saat itu.(a27)…

Ket. gbr : Asisten Komisioner KASN Bidang Pengisian Jabatan Tinggi Wilayah II,  salah satu nya Provinsi Sumatera Utara, Kusen Kusdiana (tengah), didampingi Sekda Simalungun, saat memberikan keterangan pers di kantor BKD Simalungun di Pamatangraya, Kamis (18/11).

  • Bagikan