Pelaku Usaha Harus Bangkit Mencari Peluang

  • Bagikan

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan saja membuat perekonomian dunia, termasuk Indonesia dan khususnya Sumut terganggu. Karena itu, para pelaku usaha harus bangkit dan mampu mencari peluang untuk pemberdayaan umat.

Wagubsu H. Musa Rajekshah meyebutkan hal itu sebagai salah satu narasumber Seminar Nasional dengan tema “Membangun Ekonomi Rakyat” yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar di Convention Hall Siantar Hotel, Jl. WR. Supratman, Selasa (16/11).

Dengan materi “Mewariskan Profesionelisme dan Entrepreneurship Rasulullah SAW,” Wagubsu menyatakan peluang Pematangsiantar dan Simalungun bangkit dari keterpurukan pasca Covid-19 sangat besar, dengan memanfaatkan kawasan Danau Toba sebagai proyek strategis nasional super prioritas.

Untuk itu, menurut Wagubsu, peluang paling strategis membangkitkan ekonomi umat, dengan memanfaatkan bidang agrobisnis, kemudian, kaum muda bisa membangun ekonomi kreatif.

“Nabi Muhammad SAW, di usia muda sukses membangun perekonomian Syariah dan sistim ekonomi Syariah telah mendunia, bahkan negara pertama yang menerapkan ekonomi Syariah malah negara Inggris.” Sebut Wagubsu.

“Mencari keuntungan, silahkan, tapi harus halal, hingga penghasilan yang diperoleh mendapat berkah,” harap Wagubsu.  

Dia akhir paparannya, Wagubsu menghimbau kepada para pengusaha yang telah sukses, agar tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman kepada yang lain. “Hingga, perekonomian umat benar-benar bangkit dan sukses dengan menerapkan ekonomi Syariah.”

Saat seminar dibuka, Ketua MUI HM. Ali Lubis menyebutkan seminar berskala nasional itu pada dasarnya untuk memberi pemahaman kepada para ustadz dan tokoh agama maupun pelaku usaha terkait perekonomian Syariah.

“Melalui seminar ini, peserta tentunya dapat membedakan tentang perbankan konvensional dengan perbankan Syariah, yang memberi keuntungan lebih untuk kemaslahatan umat. Karena itu, umat Islam harus lebih mencintai perbankan Syariah,” harap Ketua MUI.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Teuku Munandar menyebutkan selama ini, pihaknya telah melakukan berbagai kerjasama dengan MUI, dalam membangun perekonomian Syariah.

Ke depan, lanjut Munandar, peran ulama, khususnya MUI, dapat berkolaborasi dengan melakukan berbagai kegiatan terkait ekonomi Syariah seperti seminar nasional yang dilakukan MUI, bekerjasama dengan Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar.

Wali Kota diwakili Pj Sekda Zubaidi, menyambut baik seminar nasional yang menghadirkan narasumber sesuai bidang profesi masing-masing, hingga materi yang disajikan dapat membangkitkan perekonomian umat pasca pandemi Covid-19.

Narasumber lainnya, Wakil Ketua BPH DSN MUI Pusat H. Jaih Mubarok dengan materi “Peran DSN MUI Dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah,” menyebutkan DSN sebagai perpanjangan tangan MUI dalam konteks hukum nasional tentang perekonomian Syariah, hingga pelaksanaan teknis perekonomian Syariah berlangsung dengan benar.

Sementara, Manager Area Bank Syariah Mandiri Pematangsiantar Arif Budiman dengan materi “Peran Bank Syariah Indonesia Dalam Membangun Ekonomi Umat,” menjelaskan tentang keberadaan BSI dan kondisinya di Indonesia saat ini, termasuk membuka peluang untuk pengembangan ekonomi Syariah dengan berbagai produk yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha.

Seminar yang dipandu moderator Hamzah Purba diwarnai tanya jawab, diantaranya Sulaiman Sinaga mempertanyakan peluang ekonomi Syariah di sekitar kawasan Danau Toba dan dijawab narasumber, peluang itu sangat besar, namun harus ada kerjasama dan bisa berhubungan dengan BSI.

Sementara, HM. Natsir Armaya Siregar mempertanyakan denda dalam pemberlakuan sekonomi Syariah dan narasumber menjawab, denda itu boleh diberlakukan, tapi hasilnya untuk kegiatan sosial dan bukan untuk pendapatan bank.

Sebelumnya, Ketua Panitia Zainal Siahaan menyebutkan tujuan seminar, untuk  membuka peluang bagi pelaku usaha dalam mengembangkan usaha atau bisnis halal.

“Hasil seminar ini dapat menjadi acuan pemerintah dan MUI serta pelaku usaha untuk pemberdayaan ekonomi Syariah dalam membangun ekonomi umat,” imbuh Zainal.

Peserta seminar nasional terdiri seluruh komisi di MUI, sejumlah pengurus Ormas Islam, pengurus MUI sejajaran kawasan Danau Toba seperti Kab. Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Karo dan Dairi.         

Selain melalui tatap muka, seminar juga dilakukan secara virtual dan di sela-sela  seminar, panitia seminar memberikan cendramata kepada undangan dan narasumber.(a28/C).

Keterangan foto:

Seminar nasional dengan tema “Membangun Ekonomi Umat,” digelar MUI Kota Pematangsiantar dengan menghadirkan narasumber, diantaranya Wagubsu H. Musa Rajekshah (dua kiri) di Convention Hall Siantar Hotel, Jl. WR. Supratman, Selasa (16/11).(Waspada-Edoard Sinaga).

Cendramata diserahkan Ketua MUI HM. Ali Lubis (lima kiri) kepada Wagubsu H. Musa Rajekshah (tengah) selaku narasumber dalam seminar nasional dengan tema “Membangun Ekonomi Umat” yang digelar MUI di Convention Hall Siantar Hotel, Jl. WR. Supratman, Selasa (16/11).(Waspada-Edoard Sinaga).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *