Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Belum Ditangkap - Waspada

Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Belum Ditangkap

  • Bagikan
Salah satu anak penyandang Disabilitas yang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan sekelompok pendukung salah satu Paslon Bupati saat dirawat di RSUD Salak.(Waspada/ist).

 

PAKPAK BHARAT (Waspada): Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian Resort Pakpak Bharat belum juga menangkap dan menahan pelaku dugaan penganiayaan terhadap dua orang anak penyandang disabilitas, Gilang Manik dan Roy Sinamo, yang terjadi 30 November 2020 lalu.

Orangtua korban, Lindawati Solin, Senin (14/12) berharap kepada pihak polres Pakpak Bharat agar segera menangkap para pelaku penganiayaan tersebut.

“Saya memang sudah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SPHP) dari Polres Pakpak Bharat pada 12 Desember 2020 kemarin. Tapi kenapa para pelaku belum juga ditangkap ?. Padahal rentang waktu kejadian sudah masuk 14 hari,” kata Lindawati Solin.

Gilang Manik, penyandang disabilitas bersama Roy Sinamo penyandang tuna grahita menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok massa pendukung salah satu calon Bupati Pakpak Bharat, pada Senin malam 30 November 2020 lalu dan sudah dilaporkan oleh Orangtua korban ke Polres Pakpak Bharat dengan laporan polisi nomor: LP/77/XII/2020/PB .

Lindawati Solin, mengaku jika anaknya, Gilang Manik, tidak paham dengan politik karena sejak kecil anaknya sudah mengalami disabilitas yaitu tidak bisa bicara dan mengalami gangguan pendengaran.

Sejak kecil Gilang sudah menjadi anak yatim karena ayahnya meninggal dunia akibat sakit.

Gilang Manik hanya dirawat oleh ibunya yang membuka warung nasi di salah satu desa di Kabupaten Pakpak Bharat.

Menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan ibunya, Gilang Manik, menjelaskan, jika sebelum kejadian Gilang Manik bersama Roy Sinamo (tuna grahita), temannya sejak sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) PGGS, berangkat dari Desa Perduhapen, Kec. Kerajaan, menuju tempat kerjanya di kota Salak, Kecamatan Salak, sebagai tukang potong ayam.

Di tengah jalan, tepatnya di Desa Traju, sekelompok massa dengan menggunakan rompi salah satu pendukung paslon menghadang mereka menggunakan mobil dan melakukan penganiayaan.

Akibat penganiayaan tersebut, Gilang Manik, mengalami lebam di kepala dan di sekujur tubuh,sedangkan Roy Sinamo, mengalami luka di pergelangan tangan yang diduga terkena senjata tajam hingga harus dioperasi medis dan terpaksa beberapa hari opname di RSUD Salak.(a35).

 

  • Bagikan