Waspada
Waspada » Pelaku Pencabulan Terhadap Putri Kandung Ditangkap Polisi Di Cakung
Headlines Sumut

Pelaku Pencabulan Terhadap Putri Kandung Ditangkap Polisi Di Cakung

Pelaku pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri di Kecamatan Porsea berinisial TN,43, tiba di Polres Toba setelah ditangkap Satres Polres Toba di Cakung, Jakarta Timur. Pelaku Pencabulan Terhadap Putri Kandung Ditangkap Polisi Di Cakung. Waspada/Ramsiana Gultom
Pelaku pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri di Kecamatan Porsea berinisial TN,43, tiba di Polres Toba setelah ditangkap Satres Polres Toba di Cakung, Jakarta Timur. Pelaku Pencabulan Terhadap Putri Kandung Ditangkap Polisi Di Cakung. Waspada/Ramsiana Gultom

TOBA (Waspada) : Pelaku pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri di Kecamatan Porsea berinisial TN, 43, akhirnya berhasil ditangkap oleh Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Toba setelah melakukan pelarian kurang lebih dua bulan. TN ditangkap di salah satu doorsmeer di daerah Penggilingan Capung, Jakarta Timur, Jumat (19/2) sekira pukul 23.00 Wib.

Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar ketika dikonfirmasi Waspada.id, Senin (22/2) mengatakan, penangkapan TN berhasil dilakukan setelah pihaknya menelusuri berbagai informasi baik dari keluarga maupun masyarakat yang diduga kuat mengetahui keberadaan tersangka.

“Setelah kami terima laporan pengaduan dari orangtua korban atau istri dari tersangka 24 Desember 2020, kami langsung melakukan proses penyidikan dan penyelidikan perkara ini. Bahwa si korban anak tersangka inisial Trn, 9, merupakan putri kandung tersangka,” ujar Nelson.

Menurut korban, pencabulan telah berlangsung sejak tahun 2018 sampai terakhir kali dilakukan tersangka pada tanggal 21 Desember 2020.

Pada saat terakhir, ibu korban memergoki suaminya dan putrinya sedang berhubungan badan dan diakui tersangka melakukannya lebih dari 10 kali, tempatnya dalam rumah dan di luar rumah seperti di kamar, di kamar mandi dan ruang tengah pada saat istrinya tidak berada di rumah. Dan setelah dilaporkan ke Polres Toba, tersangka lalu melarikan diri tanggal 29 Desember ke Medan.

“Di Medan dia menemui keluarga di sana dan menceritakan dia ribut sama istrinya, dan keluarga menyarakan agar dia berangkat pergi dari wilayah Sumut tujuan pulau Jawa. Keesokan harinya dia berangkat ke Jakarta tanpa ada tujuan. Sempat melanglang buana di Pulo Gadung dan akhirnya mendapatkan pekerjaan di salah satu dorsmeer di Cakung. Dia sempat bekerja di Cakung hampir 1 bulan lebih,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan informasi dari berbagai sumber, pihaknya pun langsung melakukan pengejaran. Di hari ketiga, tersangka berhasil menangkap tersangka dan diboyong kembali ke Polres Toba. Mereka tiba di Mapolres Toba sekira pukul 13.00 Wib.

Dari keterangan TN, dia tega menyetubuhi putri kandungnya sendiri karena alasan tidak cocok dengan istrinya dan akhirnya melampiaskan hasratnya kepada putrinya sendiri.

Sementara pihak kepolisian masih terus menggali informasi lebih lanjut motif lain tersangka melakukan perbuatan biadab dan untuk mengetahui apakah ada korban lain selain putrinya tersebut.

“Yang paling mirisnya ya, tersangka mengaku sangat menikmati hubungan badan dengan anaknya ini. Tentu kita sangat prihatin dengan peristiwa ini,” papar Nelson.

Kasat Reskrim AKP Nelson Sipahutar dengan tegas mengatakan pihaknya tidak main-main dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Kita prihatin sekali dengan adanya kasus ini, sejak saya menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Toba ini, hampir 50 kasus anak yang seperti ini. Kemana tersangkanya melarikan diri pasti kami kejar dan akan kami tangkap. Kalau masalah waktu terkadang kami kesulitan mencari keberadaan pelaku tapi pasti kami tangkap. Mulai dari pimpinan Kapolri, Kapolda dan Kapolres memberikan atensi besar untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti ini. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Nelson.

Kepada tersangka, pihaknya mengenakan Pasal 81 ayat (1) dan (3) jo pasal 76D subs Pasal 82 ayat (1) dan (2) jo pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun pidana penjara ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh orang tua. (a36)

Keterangan foto : Pelaku pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri di Kecamatan Porsea berinisial TN,43, tiba di Polres Toba setelah ditangkap Satres Polres Toba di Cakung, Jakarta Timur. Pelaku Pencabulan Terhadap Putri Kandung Ditangkap Polisi Di Cakung. Waspada/Ramsiana Gultom.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2