Waspada
Waspada » Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak Usia 5 Tahun Di Parmaksian Ditetapkan Sebagai Tersangka
Sumut

Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak Usia 5 Tahun Di Parmaksian Ditetapkan Sebagai Tersangka

 

TOBA (Wasapada) : Pelaku pelecehan seksual inisial JG,43, terhadap anak di bawah umur usia 5 tahun inisial, MM, di Kecamatan Parmaksian, Kab. Toba, kini telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh Kepolisian Unit Perlindunga Peremouan dan Anak (PPA) Polres Toba.

Penetapan tersangka setelah dilakukan penyelidikan oleh penyidik berdasarkan keterangan saksi serta bukti visum et revertum dari dokter.

Kasat Reskrim Polres Toba melalui Kanit PPA Polres Toba, Ipda Idris Simangunsong ketika dikonfirmasi Waspada, Selasa (20/4) membenarkan penetapan status JG sebagai tersangka atas LP/143/IV/2021/SU/TBS, tanggal 11 April 2021.

“Kita mendapat laporan resmi itu pada hari Minggu tanggal 11 April 2021. Lalu kita melakukan pemeriksaan terhadap korban dan pelapor. Setelah itu kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada malam harinya. Pelaku kita amankan dari rumahnya tanpa adanya perlawanan,” ujar Idris.

Lebih lanjut diterangkannya, kronologi kejadian berdasarkan keterangan ibu korban sekaligus sebagai pelapor, kecurigaannya muncul saat anaknya mengeluhkan sakit pada kemaluannya ketika hendak buang air kecil pada hari Sabtu, 10 April sekira pukul 22.00 Wib.

“Ibu korban langsung memeriksa, tenyata ada yang berbeda dari biasa pada alat kelamin putrinya. Ibunya lalu menanyakan kenapa bisa begitu, dari jawaban putirnya diketahui bahwa korban telah mengalami pelecehan seksual dan persetubuhan hingga dua kali yang dilakukan oleh pelaku. Pertama dilakukan di kamar pelaku, kedua kalinya dilakukan di ladang. Pelaku sendiri merupakan tetangga korban,” imbuhnya.

Selain mengalami pelecehan seksual, pelaku juga mengancam akan membunuh korban jika memberitahukan peristiwa itu kepada siapapun.

Atas kejahatan ini, kepada pelaku Polisi mengenakan Pasal 1 ayat (1) dan (2) jo pasal 76D subs Pasal 2 ayat dh jo pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang
Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang
Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan
Anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun pidana penjara.

*Ketua Botoma Mengutuk Keras Kejahatan Pelaku

Boru Toba Marsada (Botoma) sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang perlindungan kejahatan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, mengutuk keras tindakan pelaku.

Ketua Umum, Botoma Rosanna Napitupulu berharap agar kejadian ini merupakan yang terakhir kali terjadi di Toba.

“Kita mengutuk keras kejahatan pelaku, kita juga meminta aparat penegak hukum agar menghukum pelaku seberat-beratnya untuk memberikan efek jera sekaligus pembelajaran bagi masyarakat Toba seluruhnya,” kata Rosanna.

Lebih jauh, Botoma sendiri akan mengunjungi korban dan akan memberikan pendampingan.

“Kita akan mengunjungi korban dulu untuk mengetahui pendampingan seperti apa yang mereka butuhkan, dari Botoma sendiri kita siap memberikan pedampingan terhadap mereka,” pungkas Rosanna. (a36)

Keterangan foto : pelaku pelecehan seksual terhadap anak usia 5 tahun di Kecamatan Parmaksian, inisial JG. Waspada/IST

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2