Waspada
Waspada » Pekerjaan Jalan Angkola Timur-Sipirok Diduga Kurang Becus
Sumut

Pekerjaan Jalan Angkola Timur-Sipirok Diduga Kurang Becus

JALAN negara lintas Kecamatan Angkola Timur, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel) ke arah Kecamatan Sipirok perkerjaan diduga kurang becus. Waspada/Ahmad Cerem Meha
JALAN negara lintas Kecamatan Angkola Timur, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel) ke arah Kecamatan Sipirok perkerjaan diduga kurang becus. Waspada/Ahmad Cerem Meha

TAPSEL (Waspada) : Pekerjaan jalan negara lintas Kecamatan Angkola Timur, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel), arah Kecamatan Sipirok diduga kurang becus dikerjakan.

Pasalnya, jalan itu sekira 40 Km, secara tidak langsung mengundang kecelakaan pengendara sepeda motor dan mobil.

JALAN negara lintas Kecamatan Angkola Timur, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel) ke arah Kecamatan Sipirok perkerjaan diduga kurang becus. Waspada/Ahmad Cerem Meha
JALAN negara lintas Kecamatan Angkola Timur, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel) ke arah Kecamatan Sipirok perkerjaan diduga kurang becus. Waspada/Ahmad Cerem Meha

Pantauan Waspada, Kamis (16/7) dari Kelurahan Pargarutan, Tapsel hingga ke pusat ibu kota Tapsel di Sipirok, pada sejumlah titik lokasi sepanjang jalan tersebut terdapat galian aspal yang menganga di permukaan jalan tersebut.

Anehnya, setelah dilakukan penggalian aspal yang direncanakan dibangun tambal sulam itu, dibiarkan begitu saja. Di Simago-mago Sipirok didapati permukaan jalan bergelombang, warga juga mengatakan pengguna sepeda motor sering kecelakaan di jalur ini.

Pengguna jalan yang sedang melintas, baik pengendara sepeda motor (Sepmor) maupun pengemudi mobil mengatakan di Pargarutan, selama dilakukan penggalian aspal pada permukaan jalan negara, acap terjadi kecelakan karena setelah digali oleh kontraktor yang mengerjakan jalan tambal sulam, namun dibiarkan begitu saja.

Hal senada juga diakui oleh seorang pengguna jalan, Bahrum Harahap, 44,  akibat galian aspal pada badan jalan, sepeda motornya terjatuh dan roda kenderaan berlipat akibat rodanya menabrak tebing aspal yang digali.

Masyarakat mengharapkan kepada kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut supaya dipercepat melakukan perbaikan kembali aspal tambal sulam itu sebelum bertambah korban kecelakaan lainnya.

“Kami menilai pekerjaan hanya separoh hati. Apakah kontraktor itu tidak mempunyai modal, bila tak ada modal untuk apa dilakukan pekerjaan,” ujar Bahrum dengan nada penuh kesal.(a38)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2