Waspada
Waspada » Pedagang Pasar Protes Masuknya Pedagang Luar ke Sibolga
Sumut

Pedagang Pasar Protes Masuknya Pedagang Luar ke Sibolga

Aliansi pedagang Pasar Sibolga Nauli mendesak pemko Sibolga dan pihak kepolisian supaya menertibkan para pedagang luar daerah yang masuk berjualan ke Sibolga. Waspada/Haris Sikumbang
Aliansi pedagang Pasar Sibolga Nauli mendesak pemko Sibolga dan pihak kepolisian supaya menertibkan para pedagang luar daerah yang masuk berjualan ke Sibolga. Waspada/Haris Sikumbang

SIBOLGA (Waspada) : Aliansi pedagang pasar Sibolga Nauli mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga dan pihak kepolisian agar menertibkan para pedagang luar daerah yang masuk ke Sibolga.

Hal ini guna mencegah penyebaran wabah corona virus disease 2019 (covid-19) di daerah itu.

“Aneh saja rasanya ya, kita di Sibolga ini dibatasi melakukan aktifitas, dengan alasannya pandemi covid-19. sementara mereka (pedagang luar) bebas masuk ke Sibolga berjualan,” kata Sandi Yudha Sikumbang, salah seorang pedagang pasar Sibolga Nauli, kepada Waspada, Rabu (13/5).

Menurut Sandi, para pedagang yang masuk ke Sibolga tersebut diketahui berasal dari daerah zona merah covid-19 yakni kota Bukit Tinggi – Sumatera Barat.

Belum lagi kata dia, sejak wabah virus ini merebak, perekonomian masyarakat memburuk, sehingga membuat daya beli masyarakat berkurang.

Pasar Sibolga

Pasar Sibolga nauli kini menjadi sepi, ditambah lagi harus bersaing dengan mereka (pedagang luar daerah) yang berjualan diluar lokasi pasar.

“Jadi kami merasa tidak dianggap, padahal kami salah satu sumber yang menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Namun kesannya, Pemko seolah-olah lebih mengutamakan pedagang luar dengan menyiapkan tempat bagi mereka,” ujar Sandi.

“Dimasa pandemi ini, kami saja tidak berani belanja ke luar daerah, ini demi menjaga kesehatan kita masyarakat Sibolga.

Tapi kenapa justru pedagang luar dibiarkan masuk,” tambahnya.

Katanya, jika memang Pemko membiarkan pedagang luar daerah berjualan di Sibolga, maka pedagang Pasar Sibolga Nauli pun punya hak untuk melakukan hal yang sama.

“Kalau begini, berarti sudah boleh lah keluarga kita yang ada di perantauan, disuruh pulang kampung ke Sibolga.

karena memang di Sibolga anjuran pemerintah soal physical/sosial distancing tidak berlaku, demikian dengan maklumat Kapolri,” tegasnya.

Dikatakan, jika dalam waktu dekat pemko Sibolga tidak melakukan tindakan apapun soal itu, maka pedagang pasar akan melakukan aksi turun ke jalan.

“Karena sebelumnya, kami juga sudah menyurati Pemko dan poleres Sibolga supaya menertibkan pedagang luar ini,” ucapnya.

Sementara Edward Lumbangaol, selaku ketua aliansi pedagang pasar Sibolga Nauli menduga, masuknya pedagang luar ke Sibolga lantaran adanya oknum yang memiliki kepentingan dibelakang ini.

“Agar tidak menimbulkan hal negatif, maka kami meminta pemerintah setempat dan pihak kepolisian Polres Sibolga supaya menertibkan pedagang luar yang masuk ke Sibolga,” pintanya.

Diketahui, sejumlah pedagang musiman yang berasal dari luar daerah, kini mulai menggelar dagangan mereka di beberapa titik di kota itu, Seperti yang terpantau di eks Bioskop Tagor Sibolga.

Saat wartawan ingin mengambil dokumentasi foto para pedagang luar itu, tiba-tiba  seorang pria oknum ketua OKP melarang. “Apa itu, yang di Jalan Suprapto itu lah foto kalian,” katanya. (c03/B)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2