PDP Warga Kabupaten Batubara Meninggal di Tebingtinggi

PDP Warga Kabupaten Batubara Meninggal di Tebingtinggi

  • Bagikan
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemko Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia. Waspada/Ist
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemko Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia. Waspada/Ist

TEBINGTINGGI (Waspada): Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemko Tebing Tinggi dr Nanang Fitra Aulia melaporkan, bahwa sorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diketahui warga Kabupaten Batubara, meninggal dunia, Sabtu (11/4) dinihari sekitar pukul 01.00, di salah satu rumah sakit swasta di Tebingtinggi.

“Meninggal tadi malam sekitar pukul 01.00 dinihari, dari kabupaten tetangga kita (Batubara), dengan keluhan sesak napas. Pukul 04.00 WIB, dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit,” ujar dr Nanang Fitria Aulia, Sabtu (11/4), di Posko Covid-19 Pemko Tebing Tinggi.

Dijelaskan oleh dr Nanang bahwa terhadap korban pasien dalam pengawasan (PDP) tersebut dilakukan pemusaran jenazah sesuai standar protokol penanganan Covid-19.

                                             

“Begitu dinyatakan meninggal dari dokter yang menangani pasien menetapkan status PDP, terhadap korban dilakukan prosedur Covid-19,” ujar Nanang.

“Hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan masih ditetapkan sebagai PDP karena ada keluhan yang mendukung untuk penetapan PDP tersebut dan itu ditetapkan oleh dokter penanggungjawab pasien, karena penetapan dari pada kasus PDP ditetapkan oleh dokter penanggungjawab pasien,” jelas dr Nanang.

Sementara terhadap pasien PDP yang meninggal tersebut belum sempat dilakukan pemeriksaan ravid test kemarin.

Hal itu disebabkan karena yang kita khawatirkan yang memperberatnya adalah penyakit penyerta, karena kami lihat setelah kita mendapat informasi dari salah satu rumah sakit yang menangani pasien ini ada gangguan dari gagal ginjal, jelas Nanang.

Dari informasi rumah sakit tempat pasien dirawat didapat riwayat pasien PDP yang meninggal berasal dari Kabupaten Batubara dan seminggu yang lalu melakukan perjalanan ke daerah Kota Pematang Siantar dan sekembalinya, korban mulai mengalami demam, batuk berdahak dan sesak nafas dengan riwayat ganguan penyakit fungsi ginjal.

Menurut dr Nanang yang juga Kadis Kesehatan Tebingtinggi itu, setiap harinya seluruh rumah sakit di Tebingtinggi wajib melaporkan apabila ada pasien yang masuk terutama yang berhubungan dengan wabah Covid-19 kepada Dinas Kesehatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi ini juga melaporkan, hingga hari Sabtu 11 April 2020, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 554 orang dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) berjumlah 5 orang, tutupnya.(a11/Ckb)

  • Bagikan