Waspada
Waspada » Pasca Pilkada Samosir, Kota Pangururan Dihiasi Papan Bunga, “Turut Berduka Cita, atas Matinya Demokrasi”
Headlines Sumut

Pasca Pilkada Samosir, Kota Pangururan Dihiasi Papan Bunga, “Turut Berduka Cita, atas Matinya Demokrasi”

Papan bunga ucapan turut berduka cita atas matinya demokrasi di Samosir akibat money politik, sampai saat ini masih berjejer di depan Mapolsek Pangururan. Pasca Pilkada Samosir, Kota Pangururan Dihiasi Papan Bunga, "Turut Berduka Cita, atas Matinya Demokrasi". Waspada/Tumpal P Sijabat
Papan bunga ucapan turut berduka cita atas matinya demokrasi di Samosir akibat money politik, sampai saat ini masih berjejer di depan Mapolsek Pangururan. Pasca Pilkada Samosir, Kota Pangururan Dihiasi Papan Bunga, "Turut Berduka Cita, atas Matinya Demokrasi". Waspada/Tumpal P Sijabat

SAMOSIR (Waspada) : Sejak usai pencoblosan Pilkada Kabupaten Samosir, Rabu (9/12) lalu, pemandangan berbeda tampak menghiasi Kota Pangururan, Ibu Kota Kabupaten Samosir, Sumatera Utara hingga saat ini.

Sejumlah ucapan yang dicetak dalam spanduk dan papan bunga berdiri berjejer di depan Pusat Pasar Pangururan, Mapolres Samosir, Polsek Pangururan, Kantor Bawaslu hingga Kantor KPU Samosir.

Spanduk dan papan bunga itu berisi tentang politik uang yang terjadi di Pilkada Samosir. Ada juga berisi apresiasi dari masyarakat tentang kinerja Polres Samosir dalam mengawal jalannya Pilkada.

Diantara papan bunga itu bertulis “Turut berduka cita atas matinya demokrasi di Samosir akibat money politic” dari Pemuda Peduli Samosir (PPS), Selamat dan Sukses kepada Bawaslu Atas Pembiaran Money Politik Secara Masif yang Terjadi di Pilkada Samosir.” Dari Srikandi Rapidin Juang dan “Selamat dan Sukses kepada Polres Samosir Atas Pembiaran Money Politik Secara Masif yang Terjadi di Pilkada Samosir”, dari Refrendum.

Sejumlah anggota Polres Samosir yang sedang bertugas menegakkan protokol kesehatan bagi pengendara yang melintas di depan Kantor Polsek Pangururan, saat ditanya perihal papan bunga tersebut memilih tidak berkomentar.

Hal yang sama juga terlihat di kantor Bawaslu Samosir. Beberapa staf dan komisioner yang ditemui juga tidak berkomentar. “Tidak ada komentar,” kata salah satu staf di Bawaslu.

Seorang warga yang memasang Papan bunga, Charter Sitanggang, Senin (21/12) mengatakan, tujuan pemasangan papan bunga itu adalah berupa pemberitahuan kepada seluruh lapisan masyarakat Samosir bahwa demokrasi di Samosir sudah mati karena uang.

Papan bunga juga berupa dukungan kepada Bawaslu Samosir beserta jajarannya untuk dapat kiranya bekerja di atas kaki seluruh warga Samosir untuk menuntaskan adanya dugaan tindak pelanggaran Pilkada 2020, berupa money politic yang terstruktur, sistematis dan massif (TSM) oleh pasangan calon bupati tertentu. (cts)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2