Waspada
Waspada » Pasca Ditutup, Penumpang Berharap  Rapid Test Di KNIA Dekat Terminal
Headlines Sumut

Pasca Ditutup, Penumpang Berharap  Rapid Test Di KNIA Dekat Terminal

 

DELISERDANG (Waspada):
Sejumlah calon penumpang mengharapkan pihak pengelola bandara agar memberikan fasilitas tambahan layanan rapid test antigen yang dekat dengan terminal. Pasalnya, fasilitas rapid antigen drive thru yang terletak di sebelah parkiran A bandara terbilang jauh.

“Ini bagian dari peningkatan pelayanan. Kalau bisa layanan rapid test antigen  dibuat juga di dalam terminal bandara, sehingga lebih memudahkan penumpang,” kata Junaidi,34 dan Ruslan,45 kepada Waspada, Jumat (30/4).
Disebutkan kedua warga Jl.Sekip Lubukpakam,Deliserdang ini, pasca ditutup sementara layanan rapid test antigen di lantai mezzanine KNIA, layanan rapid test antigen drive thru yang dikelola PT Sumatera Siberia Kompaniya (SSK) di samping parkiran A jadi alternatif.

Tapi, calon penumpang yang sudah sampai terminal bandara terpaksa turun lagi untuk melakukan rapid test karena lokasinya dinilai jauh. “Kami harus berjalan ratusan meter untuk melakukan rapid test, gimana pula kalau calon penumpangnya lanjut usia (lansia) maupun ibu hamil,” sebutnya.

Hal yang sama juga dikemukakan calon penumpang tujuan Banda Aceh. “Pihak pengelola seharusnya bertindak cepat dalam rangka peningkatan layanan khususnya layanan kesehatan rapid test yang dekat dan murah,” ucap Andi,43.

Assistant Manager of Branch Communicatioan Bandara International Kualanamu Novita Maria Sari alias Ovi yang dikonfirmasi Waspada menyatakan layanan rapid test antigen guna memudahkan calon penumpang akan dibuat di selasar terminal persisnya di eks Bus Damri.
“Sudah ada rencana untuk dibuat baru rapid test antigen. Mengenai siapa nanti pengelolanya apakah dari PT SSK yang saat ini di sebelah parkiran A atau yang lain belum tahu masih perlu dirapatkan,” katanya.

Kepala Kantor Otoritas Bandara (Otband) Wilayah II Medan Agustono yang dikonfirmasi menyatakan layanan kesehatan rapid test antigen di bandara mesti dilakukan assessment terlebih dahulu oleh otoritas kesehatan terkait dan sebaiknya dipertimbangkan matang-matang untuk dapat memilih kembali.

“Jadi, kepala bandara/penyelenggara bandara dalam memilih mitranya juga harus mempunyai kriteria yang ketat supaya layanan pengguna jasa penerbangan dapat dilayani dengan baik dan berkordinasi dengan otoritas terkait,” paparnya.
Manager Operasional PT SSK Hendra Loren yang dikonfirmasi mengaku siap kalau pihaknya mengelola layanan rapid test antigen drive thru maupun non drive thru di dalam terminal guna memudahkan layanan penumpang. “Kami siap, dan sudah usulkan rapid test antigen di dalam terminal,” sebutnya.

Hendra Loren tak menampik, pasca ditutup sementara layanan rapid test antigen d lantai mezzanine, calon penumpang yang melakukan rapid test drive thru di sebelah parkiran A terjadi peningkatan tiga kali lipat lebih dari biasanya. “Biasanya normal 80 orang yang rapid, kini jadi 296 penumpang,” cetusnya. (a13/C)

Teks. Kedua calon penumpang saat melakukan rapid test antigen di sebelah parkiran A. Pasca ditutup sementara layanan rapid test di lantai mezzanin KNIA, rapid makin ramai.Waspada/Irianto

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2