Waspada
Waspada » Pasar Tiga Luah Konten Lokal Yang Menginspirasi
Sumut

Pasar Tiga Luah Konten Lokal Yang Menginspirasi

Pasar Seni Tiga Luah mulai ramai dikunjungi wisatawan. ( Kiri ), Atraksi gundala-gundala sedang menghibur wisatawan pengunjung. ( Kanan ) Waspada/Panitra Nedy
Pasar Seni Tiga Luah mulai ramai dikunjungi wisatawan. ( Kiri ), Atraksi gundala-gundala sedang menghibur wisatawan pengunjung. ( Kanan ) Waspada/Panitra Nedy

BERASTAGI   ( Waspada ) : Pasar Seni Tiga Luah di Berastagi yang mennyajikan  konten lokal mampu menginspirasi pengunjung. Pasalnya, kreasi pasar Tiga Luah yang terletak di depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mampu meramaikan suasana di sekitar.

Sebab alunan musik tradisional Karo yang dibunyikan di sana, salah pengundang perhatian wisatawan untuk mendekat dan berbelanja.  Bahkan atraksi gundala gundala juga digelar disana untuk dipertontonkan dengan tujuan wisatawan mengenal budaya Karo lebih dekat.

Panitia Pelaksana Pasar Seni Tiga Luah di Berastagi Ori Sembiring kepada Waspada Minggu (2/2) menyebutkan Pasar Seni Tiga Luah digelar setiap hari Sabtu dan Minggu. Oleh-oleh yang dapat dibeli wisatawan pengunjung berupa produk kreatif cicin dari kayu, tas dan baju desain karo.

Jenis oleh-oleh kearifan lokal berupa kuliner cimpa, cipera dan juice cekala. Sedangkan produk home industri, krifik kentang krifik pisang, stik kopi dan stik wartel.

Kata Sembirung, target pasar (audiens) adalah wisatawan yang datang ke Berastagi dan pasar seni bertujuan untuk mengenal Karo lebih dekat. Sejauh ini barang-barang yang paling laris diminati adalah kopi Karo, makanan khas Karo cimpa, produk kreatif seperti tas.

Harga sangat bersahata dengan wisatawan, harga seragam jika produk sama. Barang yang termahal yakni barang unik dan langka (gitar bambu) yang diibandrol Rp 3 juta.

Gitar ini juga bisa dipeti, suara petikan serupa dengan gitar yang terbuat dari kayu, namun bedannya, suara lebih menggema gitar terbuat dari kayu karena gitar bambu tabungnya lebih kecil, katanya.

Tiga Luah sebenarnya komunitas yang kerja sama dengan dinas pariwisata dan Kebudayaan, kedepan diharapkan ada dibuat sebuah tempat yang permanen sebagai salah satu destinasi wisata.

Hana Bangun menyebutkan tujuan membuat pasar Tiga Luah untuk meningkatkan prekonomian masyarakat melalui pariwisata dan ekonomi kreatif terutama di desa, jelasnya. Tenang Malem Tarigan dari Medan meminta kepada penggiat pasar seni Tiga Luah agar menjaga mutu dan kwalitas yang dijual. Terutama harga jual, agar tidak dilakukan semena-mena.  Karena harga jual juga mempengaruhi tingkat transaksi di pasar Tiga Luah, sebutnya.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Munarta Ginting mengapresiasi langkah milenial mengelar pasar Seni Tiga Luah, karena berpotensi meningkatkan kunjungan pariwisata dan daya beli pengunjung terhadap hasil kreatif dan kearifan lokal Karo, jelasnya. (cpn )

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2