Pasang Baliho Tolak Hasil KLB Untuk Edukasi Kader Dan Masyarakat

Pasang Baliho Tolak Hasil KLB Untuk Edukasi Kader Dan Masyarakat

  • Bagikan
Salah satu baliho bertuliskan "Tolak KLB, Ketumku AHY, Bersama Kita Kuat Bersama Kita Bangkit". Pasang Baliho Tolak Hasil KLB Untuk Edukasi Kader Dan Masyarakat. Waspada/Edward Limbong
Salah satu baliho bertuliskan "Tolak KLB, Ketumku AHY, Bersama Kita Kuat Bersama Kita Bangkit". Pasang Baliho Tolak Hasil KLB Untuk Edukasi Kader Dan Masyarakat. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Penolakan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat pada Jumat (5/3) di Kecamatan, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB tersebut masih terus dilakukan.

Kali ini penolakan tersebut juga datang dari Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPRD Deliserdang H. Ismayadi SH dengan memasang sedikitnya 6 baliho bertuliskan “Tolak KLB, Ketumku AHY, Bersama Kita Kuat Bersama Kita Bangkit”.

“Jadi kami “mengutuk” KLB, itu satu. Kemudian yang kedua KLB itu “abal-abal” karena tidak melalui prosedural atau mekanisme yang benar dan tidak satupun yang diindahkan (dipatuhi) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat,” kata Ismayadi ketika dikonfirmasi Waspada.id, Minggu (14/3) sore.

Ketentuan AD/ART Partai Demokrat yang dimaksud Ismayadi adalah tahun 2020 di mana dalam AD/ART itu ada menyebutkan tentang mekanisme untuk menggelar KLB yakni pertama, untuk bisa menyelenggarakan KLB maka harus disetujui oleh 2/3 dari jumlah Ketua DPD dan setengah dari jumlah Ketua DPC. Diketahui, jumlah seluruh DPD adalah 34 ketua, dan DPC adalah 514 ketua.

Kemudian, lanjut Ismayadi jika dua hal tersebut sudah terpenuhi maka KLB bisa diselenggarakan dengan menambah syarat lagi, yaitu mendapatkan restu atau izin dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yakni Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Dan ketiga, KLB dapat terselenggara harus dengan persetujuan ketua majelis tinggi partai. “Di mana itu bisa terlaksana?. Karena tiga syarat itu tidak terpenuhi,” tegas Ismayadi.

Untuk melakukan penolakan hasil KLB yang diselenggarakan di Sibolangit tersebut, Ismayadi pun mengakui membuat gerakan dengan pemasangan baliho. “Ada 6 titik. Tujuannya kita, tentang melawan KLB itu dan kita buktikan adanya gerakan,” ungkapnya.

Dijelaskan Ismayadi, gerakan tersebut bagian dari menyakinkan kader-kader, walaupun sebenarnya kader sudah yakin KLB tersebut tidak sah. “Tapi kita mengingatkan kembali kader-kader bahkan juga kepada masyarakat (tindakan KLB itu tidak prosedural) masyarakat jugakan bisa menilai,” jelasnya.

Selain itu, Ismayadi menyebutkan dirinya sebagai kader Partai Demokrat merasa berkewajiban untuk melakukan sosialisasi kepada kader lainnya maupun masyarakat, salah satunya berupa pemasangan baliho.

“Dan sebagai edukasi juga kepada kader dan masyarakat. Ya, edukasi yang dimaksud begini, KLB itukan diatur oleh Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) masing-masing partai politik, maka harus mengacu pada AD/ART yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Deliserdang Hj Anita Lubis mengatakan seluruh kader Partai Demokrat Kabupaten Deliserdang tetap setia dan solid kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

“Untuk DPC Deliserdang sudah membuat deklarasi setia kepada Ketum AHY. DPC tetap solid dan setia di bawah komando Ketum AHY,” tegas Anita. (a16).

 

  • Bagikan