Waspada
Waspada » Pantai Sejarah Perupuk Ramai Pengunjung Undang Kerumunan
Headlines Sumut

Pantai Sejarah Perupuk Ramai Pengunjung Undang Kerumunan

Tampak kerumunan pengunjung untuk masuk ke Jl Produksi di Pantai Sejarah Perupuk Kec Lima Puluh Pesisir Batubara. Pantai Sejarah Perupuk Ramai Pengunjung Undang Kerumunan. Waspada/Iwan Has
Tampak kerumunan pengunjung untuk masuk ke Jl Produksi di Pantai Sejarah Perupuk Kec Lima Puluh Pesisir Batubara. Pantai Sejarah Perupuk Ramai Pengunjung Undang Kerumunan. Waspada/Iwan Has

LIMAPULUH (Waspada): Hari terakhir libur natal dan tahun baru Minggu (3/1), objek wisata Pantai Sejarah Perupuk Kec Lima Puluh Pesisir, Kab Batubara ramai pengunjung dan mengundang kerumunan di lokasi.

Menurut warga, sejak pagi hingga sore objek wisata tersebut ramai didatangi masyarakat pengunjung untuk mengisi waktu libur mereka, baik secara perorangan maupun bersama keluarga dan rombongan.

Namun diantaranya tidak mengindahkan Prokes seperti memakai masker di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda tanah air.

Diperparah lagi, fasilitas pendukung yang ada didalamnya (lokasi pantai Sejarah) sempat dibuka untuk pengunjung, seperti jalan produksi yang masih dalam tahap pembangunan, walau sudah ada spanduk “larangan” jembatan ditutup untuk sampai batas waktu yang belum ditentukan, sehingga mengundang kerumunan karena pengunjung antri untuk memasuki jalan.

Selain itu, wahana permainan berupa flying fox dan rumah pohon. “Apakah semua ini mendapat ijin atau rekomendasi dari Satgas COVID-19,” sebut seorang pengunjung kepada wartawan.

Menurutnya, Bupati Batubara Ir H Zahir MAP sebelumnya mengimbau bagi masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata di Batubara untuk menjalankan Prokes menggunakan masker.

Di samping itu, telah menyiapkan pos pengamanan terpadu melibatkan instansi terkait beserta fasilitas tempat cuci tangan dan alat ukur suhu badan.

“Ini kita pertanyakan. Kok petugas Posko tidak memberikan arahan. Apa lagi mengukur suhu badan pengunjung yang masuk ke area obyek wisata,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Satgas Covid-19 akan terus melakukan pemeriksaan di tempat wisata.

Sampai pukul 16.30 petugas gabungan terdiri Polisi, TNI dan Satpol PP, turun meninjau sejumlah wahana permainan di Pantai Sejarah, termasuk Jalan Produksi, semula sempat dibuka, spontan ditutup, sekaligus melakukan pengamanan agar tidak dimanfaatkan pengunjung.

“Sarana jalan itu sudah ditutup bagi pengunjung yang berkeinginan masuk. Dikawal aparat karena mengundang kerumunan,” sebut seorang pengunjung yang berasal dari Perdagangan Simalungun.

Ketua LSM Strategis Kab Batubara Amrizal menyesalkan jika ada kutipan bagi pengunjung yang masuk ke pantai Sejarah melalui Jl Produksi. Sebab sarana jalan untuk mendukung aktivitas masyarakat budidaya kerang itu dibangun melalui APBD Batubara. “Jika masuk ke sana dikutip, dananya disetorkan ke mana,” ujarnya mempertanyakan.

Kepala Desa Perupuk Anton Sarkowi kepada wartawan mengatakan, pihaknya mengaku sebatas mengamankan jalan masuk ke pantai, sebagai upaya mengantasipasi kemacatan kenderaan pengunjung, sedangkan adanya kutipan dan pemanfaatan sarana Jalan Produksi di lokasi tidak diketahui, karena tidak ada pemberitahuan tertulis kepadanya.

Di lokasi pantai juga petugas Satgas Covid -19 disiagakan di posko. Menurutnya mencapai seribuan pengunjung datang ke Pantai Sejarah menjalankan Prokes dengan memakai masker.(a18)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2