Waspada
Waspada » Pandemi Covid-19 Jadi Berkah Bagi Pembuat Pot Bunga Berbahan Serabut
Ekonomi Sumut

Pandemi Covid-19 Jadi Berkah Bagi Pembuat Pot Bunga Berbahan Serabut

Siti Arifah S Pd bersama kerajian tangan yang telah mereka produksi di Di Desa Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, Kab. Tapsel. Pandemi Covid-19 jadi berkah bagi pembuat Pot Bunga berbahan serabut. Waspada/Syarif Ali Usman
Siti Arifah S Pd bersama kerajian tangan yang telah mereka produksi di Di Desa Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, Kab. Tapsel. Pandemi Covid-19 jadi berkah bagi pembuat Pot Bunga berbahan serabut. Waspada/Syarif Ali Usman

P. SIDIMPUAN (Waspada): Pandemi Covid-19 menjadi berkah bagi pembuat Pot Bunga berbahan serabut kelapa. Sebelumnya, kerajinan tangan berbahan berbahan ramah lingkungan itu kurang diminati namun adanya Covid-19 menjadikan pehobby bunga di daerah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mulai meminatinya.

Pembuat Pot Bunga Serabut Kelapa, Budi Abdullah Abdullah Umar, SH bersama istrinya Siti Arifah, S Pd, Kamis (19/11) mengatakan, kerajinan tangan yang mereka produksi itu kini telah memiliki pelanggan di Panyabungan, Sibuhuan, Gunungtua dan utamannya Padangsidimpuan

 

Katanya, mereka kembali membuat kerajinan tersebut sejak adanya imbuan pemerintah untuk stay home (di rumah saja) di awal masa Virus Corona (Covid-19) April lalu. Istri Budi, Siti Arifah yang merupakan salah seorang guru honor di Angkola Muaratais mengatakan, karena bosan di rumah terus akibat Pandemi Covid-19

Budi Umar saat mengerjakan kerajinan tangan Pot Bunga berbahan serabut kelapa yang kini mulai diminati pecinta bunga di daerah Tabagsel. Pandemi Covid-19 jadi berkah bagi pembuat Pot Bunga berbahan serabut. Waspada/Syarif Ali Usman
Budi Umar saat mengerjakan kerajinan tangan Pot Bunga berbahan serabut kelapa yang kini mulai diminati pecinta bunga di daerah Tabagsel. Pandemi Covid-19 jadi berkah bagi pembuat Pot Bunga berbahan serabut. Waspada/Syarif Ali Usman, dia bersama suaminya kembali mengerjakan kerajinan tangan tersebut.

“Awalnya hanya pribadi sebagai penghias rumah dan pengisi waktu luang, namun setelah dipajang di depan rumah, tetangga dan warga lainnya memesan,” ujar Siti Arifah bersama suaminya di Desa Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, Kamis (19/11).

Teknik merangkai Pot Bunga berbahan serabut kelapa itu mereka pelajari dari video yang dikirim saudaranya yang telah memproduksi pot tersebut di Podok Kopi, Jakarta Timur. Kemudian dengan kemauan yang bersungguh-sungguh dia bersama suaminya berhasil menciptakan kerajianan yang dikhususkan untuk pecinta bunga.

Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatan kerajinan tangan itu cukup mudah didapati di desanya yakni serabut kelapa dan kawat loket berdiamer 0.35 milli meter. Proses pembuatannya memakan waktu hingga sepekan, mulai dari pemisahan serabut dan pembersihan, kemudian perendaman dengan anti jamur dan pengeringan serta proses merangkai.

“Bila proses pembuatannya benar maka dipastikan pot bunga itu dapat bertahan hingga dua tahun,” ujar Siti.

Untuk memasarkan produksi rumahan itu, mereka mempromosikannya melalui grup-grup media daring sehingga kerajinan rumah tangga itu mulai dikenal dan dipesan pelanggan. Selain itu mereka juga mempromosikkannya melalui Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Prima Indonesia Kab Tapsel.

Kemudian Kepala Dinas Pemberdayaan Masyakat Kota P. Sidimpuan juga sudah meninjau hasil kerajinan berbahan ramah lingkungan itu pada akhir bulan lalu

Menurut Siti, pemesan umumnya menggunakan pot tersebut untuk Bunga Angrek, Anthurium, Aglonema dan Bunga Sukulen. Selain itu pemesan juga biasa memajangnya di atas meja dan menjadi penghias dalam ruangan.

Katanya, kini mereka juga sudah membuat peyangga bunga juga berbahan serabut dan pipa paralon serta pot bunga berbahan ijuk dan serabut, namun yang berbahan ijuk lebih mahal karena bahannya agak sulit diperoleh.(a31)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2