Palsukan Tandatangan Mantan Suami, PNS Tapsel Jadi Tersangka

Palsukan Tandatangan Mantan Suami, PNS Tapsel Jadi Tersangka

  • Bagikan
SP2HP dari Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan kepada Hairum Harahap. Palsukan Tandatangan Mantan Suami, PNS Tapsel Jadi Tersangka. Waspada/Ist
SP2HP dari Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan kepada Hairum Harahap. Palsukan Tandatangan Mantan Suami, PNS Tapsel Jadi Tersangka. Waspada/Ist

P.SIDIMPUAN (Waspada): Satuan Reskrim Polres Padangsidimpuan menetapkan SKN, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Tapanuli Selatan sebagai tersangka kasus pemalsuan tandatangan mantan suaminya Hairum Harahap.

Penetapan tersangka itu diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Bambang Priyatno kepada pelapor Hairum Harahap.

“Setelah proses hukumnya berjalan beberapa tahun, akhirnya penanganan laporan saya ini menunjukkan titik terang,” kata Hairum Harahap didampingi istrinya, Evi, kepada Waspada.id di Padangsidimpuan, Kamis (11/3).

Dalam SP2HP nomor B/26/III/2021 tertanggal 5 Maret 2021 itu Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan mengatakan, pihaknya telah memeriksa terlapor SKN dan memintai keterangan saksi. Setelah dilakukan gelar perkara, SKN ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada Waspada.id, Hairum Harahap bercerita. Dia laporkan mantan istrinya itu karena telah memalsukan tanda tangannya saat mengambil BPKB dua unit truk Colt Diesel yang dijaminkan di salah satu perusahaan pinjaman (leasing).

“Laporan ini sudah berlangsung dua tahun,” kata Hairum Harahap sembari menunjukkan copy Surat Tanda Penerimaan Laporan No: STPL/09/I/2019/SU/PSP tertanggal 8 Januari 2019 diteken Kanit SPKT C Polres Padangsidimpuan Aipda Sofyan K. Siregar.

Hairum menceritakan, dia resmi bercerai dengan SKN pada 27 Oktober 2015 sesuai Akta Cerai nomor 197/AC/2015/PA/Msy.PSP. Perceraian itu berawal dari ketidakcocokan yang berujung perpisahan.

Hubungan pernikahan terbina 25 tahun lebih tidak menghasilkan keturunan. Saat berpisah, seluruh harta dikuasai oleh SKN. Seperti rumah, toko dan kebun yang hampir semuanya berada di wilayah Kecamatan Batangtoru.

“Saya pergi hanya dengan pakaian di badan. Berkas-berkas PNS saya juga ketinggalan di sana dan sudah dinyatakan hilang. Belakangan BPKB dua truk Colt Diesel yang dijaminkan di leasing diambilnya dengan cara membuat surat kuasa dan memalsukan tanda tangan saya,” cerita Hairum.

“Saya sudah menikah dan hidup bahagia sekarang. Tentang tindak pidana yang saya laporkan itu, mohon kiranya Polres Padangsidimpuan segera menuntaskannya. Sehingga ada proses lanjutan dan kepastian hukumnya,” kata Hairum.

Terpisah, SKN yang coba dihubungi lewat teman sejawatnya sesama PNS di Pemkab Tapsel, tidak berhasil. (a05)

  • Bagikan