Waspada
Waspada » Palsukan Surat, Warga Pangkatan Dieksekusi Kejari Labuhanbatu
Sumut

Palsukan Surat, Warga Pangkatan Dieksekusi Kejari Labuhanbatu

Tim Jaksa, Maulitasari Siregar SH dan Andri Rico Manurung SH didampingi sipir mengeksekusi terpidana palsukan surat tanah. Waspada/Ist
Tim Jaksa, Maulitasari Siregar SH dan Andri Rico Manurung SH didampingi sipir mengeksekusi terpidana palsukan surat tanah. Waspada/Ist

RANTAUPRAPAT (Waspada) : Palsukan surat tanah, terpidana Yanuari Pangaribuan, 58, warga Pangkatan, dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu, Rabu (2/9) sekira pukul 15:00 WIB.

Tim eksekusi yaitu Jaksa Maulitasari Siregar, SH dan Andri Rico Manurung, SH dibantu tim tindak pidana umum menangkap terpidana di kediamannya di Jalan By Pass Dusun IV, Desa Sidorukun, Kecamatan Pangkatan Labuhanbatu.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labuhanbatu, Kumaedi, SH kepada wartawan melalui WhatsApp.

Terpidana, terang Kajari, terbukti melakukan pemalsuan surat sesuai dengan pasal 263 ayat 2 KUHP. Kemudian dikuatkan dengan surat petikan putusan Mahkamah Agung Nomor: 142 K/Pid/2020 tanggal 7 Juli 2020 turun ke Kejari Labuhanbatu.

Putusan MA menyatakan terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja memakai surat tanah palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, dan menimbulkan kerugian bagi orang dan dipidana penjara selama 1 tahun.

Kajari Kumaedi menyebut terpidana dijemput dari rumahnya setelah 3 kali dipanggil untuk melaksanakan putusan MA, tapi tidak pernah memenuhi panggilan tanpa alasan dan selalu berupaya menghindari pelaksanaan eksekusi.

Sementara itu, drama penangkapan terpidana cukup alot. Menurut Jaksa Maulitasari Siregar SH dan Andri Rico Manurung SH, saat tim Kejari Labuhanbatu mau mengambil terpidana di rumahnya, tim dihadang isteri terpidana, boru Simarmata.

“Isteri terpidana sempat marah-marah. Biasalah, ribut-ribut tidak menerima kenyataan. Tapi (akhirnya) tenang dan kondusif, setelah kita beri penjelasan kepada istrinya dan warga setempat. Istrinya juga ikut mengantar suaminya ke Lapas,” sebut Andri Rico.

Kemudian, setelah terpidana mandi dan berkemas, langsung dibawa menggunakan mobil kejaksaan dan dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rantauprapat, sekira pukul 17:00 WIB. (a07)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2