Waspada
Waspada » Orangtua Korban Penganiayaan Minta Polres Pakpak Bharat Segera Tangkap Pelaku
Sumut

Orangtua Korban Penganiayaan Minta Polres Pakpak Bharat Segera Tangkap Pelaku

Roy Sinamo (tuna grahita) korban penganiayaan massa pada Senin malam lalu, saat dirawat di RSUD Salak. Waspada/Ist
Roy Sinamo (tuna grahita) korban penganiayaan massa pada Senin malam lalu, saat dirawat di RSUD Salak. Waspada/Ist

PAKPAKBHARAT (Waspada): Lindawati Solin, orangtua dari Gilang Manik, penyandang disabilitas yang menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok massa yang diduga dilakukan oleh pendukung salah satu calon Bupati Pakpak Bharat, pada Senin malam (30/11) lalu, meminta agar aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan.

Linda Wati Solin, mengaku kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dengan laporan polisi nomor: LP/77/XII/2020/PB . Linda juga mengaku jika anaknya, Gilang Manik, tidak mengerti politik karena anaknya sejak kecil sudah mengalami disabilitas yaitu tidak bisa bicara dan mengalami gangguan pendengaran.

Gilang Manik merupakan anak yang mengalami disabilitas, tidak bisa bicara dan pendengarannya juga terganggu. Sejak kecil, Gilang sudah menjadi anak yatim. Gilang dirawat oleh ibunya yang bekerja membuka warung nasi di salah satu desa di Kabupaten Pakpak Bharat. Sedangkan Roy Sinamo mengalami tuna grahita.

Saat Waspada menjumpai Gilang Manik, Kamis sore (3/12) di rumahnya, dengan menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh ibunya menjelaskan, sebelum kejadian Gilang Manik bersama Roy Sinamo (tuna grahita), temannya sejak sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) PGGS, berangkat dari Desa Perduhapen, Kec. Kerajaan, menuju tempat kerjanya di kota Salak, Kecamatan Salak, sebagai tukang potong ayam. Di tengah jalan, tepatnya di Desa Traju, sekelompok massa dengan menggunakan rompi salah satu pendukung paslon menghadang mereka menggunakan mobil dan melakukan penganiayaan.

“Anak saya saat ini gak tau politik, kampanye pun sama sekali tidak pernah ikut. Saat ini, anak saya masih merasa ketakukan seperti trauma jika melihat orang yang datang ke rumah ini. Saya sebagai orang tua tidak tega melihat anak saya. Kok tega kali mereka menganiaya anak cacat begini,” ujar Lindawati Solin dengan mata berlinang.

Akibat penganiayaan tersebut, Roy Sinamo, mengalami luka di pergelangan tangan yang diduga terkena senjata tajam hingga harus dioperasi medis dan diopname di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak, sedangkan Gilang Manik, mengalami lebam di kepala serta dan di sekujur badan.

Sementara itu, Roy Sinamo, hingga berita ini diturunkan masih menjalani perawatan di RSUD Salak karena tangannya harus dioperasi, diduga akibat terkena senjata tajam.

Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Alamsyah P Hasibuan SIK, MH Kamis sore (3/12) mengatakan sudah menerima adanya laporan terkait kasus tersebut.

“Kami pasti akan memproses seluruh kasus. Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim jika sudah cukup bukti maka langsung dilakukan penangkapan. Usai Pilkada juga, seluruh laporan kasus akan terus kami ditindaklanjuti,” kata Kapolres.

Kapolres Pakpak Bharat berharap agar masyarakat bersama sama menjaga Kamtibmas, termasuk kepada pemuda yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat.(a35)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2