Oknum Samsat Kota Pinang Diduga Peras Pengurus Pajak - Waspada

Oknum Samsat Kota Pinang Diduga Peras Pengurus Pajak

  • Bagikan

RANTAUPRAPAT (Waspada): Kesadaran masyarakat akan taat pajak kendaraan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan cukup baik namun sayang ada oknum di UPT Samsat Kota Pinang memanfaatkan situasi dengan cara diduga memeras para pembayar pajak kendaraan.

Seorang pembayar pajak kendaraan mobil, Muhammad Ichsan Hamid di Sekretariat Kantor PWI Labuhanbatu mengeluhkan tentang pembayaran pajak kendaraan mobil.

Ichsan yang memiliki mobil Toyota Innova ingin balik nama namun nopol (nomor polisi) tetap, tidak ada perubahan.

Di STNK tercantum biaya yang dibayarkan sebesar Rp. 2, 721,500,-. Kalau ditambah biaya ganti BPKB ( buku hitam) sesuai PP No.76 Tahun 2020 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBK) disebutkan Penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) ganti kepemilikan untuk roda 4 dikenakan biaya Rp.375,000,- maka biaya yang dibebankan hanya sekira
Rp.3,096,000. Namun dimintai dana sebesar Rp.3,850,000,-. Jelas ini merupakan pemerasan, ungkap Ichsan.

Jadi modusnya, ungkap Ichsan, buku hitam dan STNK dimintai dulu
setelah dicek disebutkan biayanya sebesar itu. Ketika ditanya kenapa besar sekali. Oknum tersebut mengatakan memang biayanya begitu.

Sementara itu, oknum petugas UPT Samsat Kota Pinang, T. Siregar ketika dikonfirmasi melalui WA menjelaskan bahwa biaya BBN, biaya BPKB baru, biaya gesek, biaya foto mobil tidak tertulis dirincian pajak.

Sementara Kepala UPT Samsat Kota Pinang Hardi Pasaribu ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan saya lagi di Medan. Rapat bang, ungkapnya terkesan terburu-buru. (a07/B)

Keterangan foto
STNK mobil Innova G a.n Muhammad Ichsan Hamid. (a07)

  • Bagikan
Search and Recover