Waspada
Waspada » Oknum Kebakaran Jenggot Terkait Berita DD
Sumut

Oknum Kebakaran Jenggot Terkait Berita DD

SISA dana pencegahan Covid-19 yang menurut Kades dibangunan sumur bor, ternyata pembangunan sumur bor memiliki RAB tersendiri. Waspada/Asrirrais

 

PANGKALANSUSU (Waspada): Oknum yang mengaku keluarga Kades Sei. Siur, Kec. Pangkalansusu, seperti kebakaran jenggot terkait pemberitaan dugaan penyelewengan dana desa (DD) dan KKN pengadaan masker.

 

Seorang warga kepada Waspada, Minggu (14/6) mengatakan, oknum berinisial IBP beberapa hari lalu kembali berkoar-koar di hadapan warga dengan mengatakan akan mencari wartawan Waspada karena tak terima atas pemberitaan terhadap oknum Kades.

 

Pemerhati hukum di Langkat, Hasrizal, SH meminta aparat penegak hukum mengusut kasus dugaan penyelewengan DD dan KKN pengadaan masker. Ia tidak ingin di tengah wabah Covid-19 ada oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi, tapi merugikan negara.

 

Kades sebelumnya dikonfirmasi Waspada menyatakan, DD sebesar Rp25 juta tahun 2018 untuk BUMDes sudah dibagikan kepada masyarakat, tapi hal ini dibantah keras Ketua BUMDes, Ipantri Supajar, sebab secara faktual, dana sama sekali tidak ada ditransfer ke rekening BUMDes.

 

Begitu juga DD untuk kegiatan BUMDes tahun 2019 sebesar Rp30 juta, dana tersebut ditarik secara ilegal oleh Kades melalui bendahara desa. Terbukti, uang yang telah ditarik, telah diganti Kades pada Juni 2020. Uang tersebut dimasukan ke rekening desa, baru kemudian ditransfer ke rekening BUMDes.

 

Demikian pula penggunaan DD tahun 2020 senilai Rp80 juta yang awalnya direncanakan untuk BUMDes, tapi belakangan dikatakan dialihkan untuk pencegahan Covid. Menurut Kades, dana digunakan untuk kegiatan pencegahan Covid dan sisanya buat sumur bor.

 

Pernyataaan Kades, Rakidi, dibantah Sekdes. “Itu tidak benar. Pembangunan sumur bor ada RAB tersendiri,” kata Sekdes, Giono, saat dihubungi Waspada, Minggu (7/6). Sekdes malah mengatakan, DD tahun 2018 yang dialokasi untuk BUMDes sudah menjadi temuan.

 

Pernyataan Sekdes dikuatkan oleh Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sei. Siur, Azhar. “Pembangunan sumor bor, bukan uang sisa anggaran dari kegiatan pencegahan Covid seperti yang disampaikan Kades, tapi itu ada budget tersendiri sesuai RAB,” tegasnya.

 

“Dana pembangunan sumur bor Rp21.358.200 dan ini ada RAB-nya tersendiri. Dana ini sudah termasuk pajak PPn, PPh, upah pekerja, biaya operasional, honor TPK & P2HP, serta biaya desain RAB,” kata Azhar.

 

Sementara, seorang sumber mengatakan, pasca pemberitaan Waspada, lima orang tenaga ahli dari Kab. Langkat beberapa hari lalu turun ke kantor desa Sei. Siur. Kehadiran mereka, guna mengkonfirmasi permasalahan DD yang sempat mencuat dipemberitaan.

 

Tapi, sumber yang ketika itu mengaku hadir dalam pertemuan tersebut mengaku kecewa, kenapa tenaga ahli tak mendalami masalah keuangan desa yang sedang bermasalah, malah mereka mempertanyakan tentang keuangan BUMDes dari tahun 2015 s.d 2017.

 

“Walaupun mereka memiliki kewenangan untuk memeriksa keuangan BUMDes, tapi ini  konteksnya kan beda, sebab yang bermasalah saat ini keuangan desa. Ironisnya lagi, kenapa bendahara desa tidak turut dihadirkan untuk dimintai keterangannya,” kata sumber. (a10)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2