Oknum ASN Disdik Kutip Uang Upeti, Untuk Tutup Kasus - Waspada

Oknum ASN Disdik Kutip Uang Upeti, Untuk Tutup Kasus

  • Bagikan

TAPSEL (Waspada): Maraknya dugaan kutipan liar oleh oknum ASN yang bertugas pada Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan kepada sejumlah Kepala Sekolah SD dan SMP terkait upeti Dana Bos semakin menyeruak untuk tutup kasus.

Para sumber sejumlah kepala sekolah kepada waspada, belum lama ini mengatakan, oknum asn tersebut memungut uang pengamanan kasus dugaan korupsi Bos (Bantuan Operasional Sekolah) dan Bos afirmasi yang diperiksa penegak hukum. 

Setiap yang sudah dipanggil dan diperiksa pihak Kejaksaan harus memberikan uang pengamanan jumlahnya bervariasi.  “Ada yang diminta Rp 10 juta satu kepala sekolah, ada Rp 20 juta, ada juga Rp 30 juta pokoknya bervariasilah, kami diperiksa lebih 30 kepala sekolah. Uang tunai itu kami berikan kepada oknum pegawai asn Dinas Pendidikan, katanya untuk mengamankan kejaksaan,” ungkap para sumber itu kepada waspada.

Lanjutnya, uang pengamanan itu agar kasus tidak dilanjutkan lagi, alias tutup kasus dan tidak diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan. 

“Katanya uang pengamanan itu untuk menghentikan pemeriksaan kasus korupsi dana Bos dan Bos Afirmasi itu untuk menutup kasus. Sumber dana APBN Tahun Anggaran (TA) Bos  2018, 2019 dan 2020, rata-rata per kepala sekolah mencapai Rp 80 juta hingga ratusan juta,”katanya.

Terkait informasi yang menyeruak tersebut, Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan melalui Kasi Intelijen : Samandohar Munthe SH MH saat dikonfirmasi tidak mengetahui pengutipan uang itu dan kasus tersebut pasti lanjut terus. 

“Kami nggak tau informasi pengutipan uang itu yang dilakukan oleh oknum dinas pendidikan Tapsel itu, yang jelasnya kasus dugaan korupsi Bos dan Bos Afirmasi pasti lanjut terus,”tegas Kasi Intelijen, Samandohar Munthe, baru-baru ini di ruang kantornya di Sipirok.

Mahasiswa Unjuk Rasa

Lalu, tepatnya pada hari Selasa  23 November 2021 pukul 12.00 Wib  aksi  unjuk rasa damai  sekitar 15 orang bertempat di kantor Kejaksaan Tapsel Kec. Sipirok Kab. Tapsel. 

Tujuan aksi itu menyampaikan Orasi Aspirasi antara lain mahasiswa meminta Kajari Tapsel: Antoni Setiawan SH MH agar segera memanggil dan memeriksa Kadis pendidikan Tapsel dan Mantan Kabid pendidikan SD sekarang menjabat Camat Kec Sayur matinggi Sdr Endriko Fermi. 

Dimana massa menduga kuat adanya praktik dugaan Korupsi Di kantor dinas pendidikan tersebut. Lalu massa meminta dengan tegas Kadis Pendidikan Tapsel , Amros Karang Matua Harahap agar menjelaskan di depan Publik secara Transfaran tentang pelaksaan penjabaran AnggaranTahun 2020. 

Tepat pada Pukul 12.30 Wib aksi  unjuk rasa damai dari  Gerakan Aksi Mahasiswa  selesai dan membubarkan diri Kegiatan selama berlangsung tertib dan aman. 

Terkait dugaan korupsi di tubuh Dinas Pendidikan Tapsel di atas, waspada mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas, Amros Karang Matua di kantornya, Selasa (23/11) tidak berada di kantornya. 

“Pak Kadis Pendidikan lagi rapat di gedung DPRD Tapsel sekarang,”ujar pegawai di meja piket kepada waspada.(a38)

Waspada/Ahmad Cerem Meha

Teks poto:

 AKSI Massa demo di kantor Kejaksaan Tapsel Kec. Sipirok Kab. Tapsel, tujuan aksi itu menyampaikan Orasi Aspirasi antara lain mahasiswa meminta Kajari Tapsel: Antoni Setiawan SH MH memriksa Kadis Pendidikan Tapsel.

  • Bagikan