Waspada
Waspada » Nota Kesepakatan KUA Dan PPAS APBD Tapsel 2021 Ditandatangani
Sumut

Nota Kesepakatan KUA Dan PPAS APBD Tapsel 2021 Ditandatangani

BUPATI Tapsel H Syahrul M Pasaribu saat menandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD Tapsel 2021 dalam rapat paripurna DPRD Tapsel. Waspada/Ist
BUPATI Tapsel H Syahrul M Pasaribu saat menandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD Tapsel 2021 dalam rapat paripurna DPRD Tapsel. Waspada/Ist

TAPSEL (Waspada): Nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Tapsel 2021 ditandatangani.

Penandatanganan KUA dan PPAS oleh Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu berlangsung dalam Sidang paripurna DPRD Tapsel di Gedung Dewan Siporok, Jum’at (4/12).

Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Husin Sogot Simatupang, didampingi Wakil Ketua Rahmat Nasution dan Borkat serta dihadiri anggota DPRD, Sekda Tapsel Parulian Nasution, Asisten, pimpinan OPD, Kabag dan Camat.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, setelah melalui pembahasan bersama terhadap struktur rancangan KUA dan PPAS mengalami perubahan.

Katanya, Pendapatan daerah semula Rp1,282,952,998,589 menjadi Rp 1,284,992,998,589, mengalami penurunan dari APBD induk TA 2020 sebesar Rp1,511,035,829,067.

Sedangkan belanja daerah Rp1,307,202,202,685 menjadi Rp1,338,242,292,685 juga mengalami penurunan dari APBD induk TA 2020 sebesar Rp1,542,235,575,060.

Kata Syahrul, penurunan Pendapatan tersebut tidak lepas dari dampak Pandame Covid-19 yang tidak saja berdampak kepada sektor Kesehatan tetapi juga berdampak terhadap sektor Ekonomi yaitu menurunnya Pertumbuhan Ekonomi yang mengakibatkan Pendapatan Negara murni berkurang serta lesunya kegiatan perekonomian.

Penerimaan pembiayaan daerah juga bertambah, semula di ajukan Rp,32,396,142,096 menjadi Rp60,396,142,096.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah Rp8,146,938,000 menjadi Rp7,146,938,000 atau berkurang Rp 1,000,000,000.

Bupati menjelaskan, beberapa hal yang sudah di sepakati tentang rancangan KUA dan PPAS, seperti peningkatan kesejahteraan petani perlu meningkatkan alokasi anggaran bidang pertanian untuk usaha tani, jalan produksi serta embung dan irigasi.

Begitu juga dalam pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Oleh karena itu, ujar Suahrul, perlu pengoptimalisasi pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah.

Begitu juga antisipasi dan penanggulangan masyarakat terhadap dampak Covid-19.

“KUA dan PPAS Tapsel yang di sepakati ini akan di jadikan sebagai pedoman dalam penyusunan RAPBD Tapsel tahun anggaran 2021,” jelasnya. (a31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2