Nasabah Mekar Di Besitang Pertanyakan Dasar Denda Yang Dikeluarkan SAO - Waspada

Nasabah Mekar Di Besitang Pertanyakan Dasar Denda Yang Dikeluarkan SAO

  • Bagikan

 

BESITANG (Waspada): Oknum pimpinan PNM Mekar di Besitang diduga bertindak represip kepada nasabah yang telat membayar kredit di tengah upaya pemerintah ingin memberikan stimulus modal usaha kepada usaha mikro.

Oknum pimpinan Mekar bersama stafnya beberapa hari lalu mendatangi rumah salah seorang nasabah, Nur Indrawati, di Kel. Pekan Besitang, pada malam hari untuk menagih utang dengan cara yang terkesan memaksa.

Johan, suami dari Nur Indrawati, kepada Waspada, Minggu (7/3), mengatakan, ia pada malam itu memohon agar diberi kelonggaran waktu sampai esok hari, tapi oknum pegawai Mekar tetap memaksa agar utang dibayar.

“Oknum pegawai Mekar memaksa saya untuk meminjam uang sama tetangga. Saya sudah mohon bahwa esok hari saya bayar, tapi mereka tetap ngotot malam itu juga harus dibayar,” kata Johan dengan nada kecewa.

Malah, lanjutnya, karena terlambat satu hari saja, oknum pegawai Mekar memberi sanksi denda sebesar Rp60 ribu. “Ini bukti kwitansi dendanya,” kata Johan seraya memperlihatkan selembar kwitansi yang ditandatangani, Lelia Fitri.

Nasabah itu mempertanyakan dasar hukum sehingga ia dikenakan denda. “Terus terang saya sangat kecewa atas sikap petugas yang terkesan arogan, padahal selama ini cicilan kredit saya tidak pernah nunggak,” ujarnya.

Di tengah situasi perekomonian yang lesu akibat pandemi Covid-19, pemerintah fokus bagaimana membangkitkan ekonomi usaha kecil yang unbankable atau tidak terjangkau oleh bank dengan memberikan kredit lunak.

Senior Account Officer (SAO) PNM Mekar, Lelia Fitri, dikonfirmasi Waspada, Selasa (9/3), terkesan mengelak bahwa nasabah tersebut dikenakan denda Rp60 ribu. Ia menyatakan, sebenarnya itu bukan denda, tapi istilahnya aja.

“Awalnya kami cuma nakutin, tapi karena bapak itu nantang, pas ada tunggakan kami buat denda,” ujarnya seraya menambahkan, uang tersebut bukan untuk dirinya pribadi, melainkan buat menutupi tunggakan sang nasabah.

Menyinggung di kwitansi yang ia tandatangani tertera tulisan denda, Lelia Fitri menyatakan, bahwa ia tidak ada menulis kata denda. “Yang nulis denda kawan saya, tanpa pengetahuan saya,” kaya Senior Account Officer Mekar itu.(a10)

BUKTI kwitansi yang dikeluarkan Senior Account Officer Mekas kepada nasabah. Waspada/Asrirrais

  • Bagikan