Narkoba Dari Jalur Laut Paling Sulit Diawasi

Narkoba Dari Jalur Laut Paling Sulit Diawasi

  • Bagikan
Kepala BNN Kab. Batubara AKBP Zainuddin dan narasumber lainnya menyampaikan tentang pemberantasan dan pencegahan narkoba.(Waspada/Agusdiansyah Hasibuan)
Kepala BNN Kab. Batubara AKBP Zainuddin dan narasumber lainnya menyampaikan tentang pemberantasan dan pencegahan narkoba.(Waspada/Agusdiansyah Hasibuan)

BATUBARA (Waspada): Masuknya narkoba dari jalur laut memang paling sulit diawasi, namun karena pengedar dan pemakai berada di darat maka kita harus bersinergi mencegah dan memberantasnya, untuk menyelamatkan generasi kita.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kab. Batubara AKBP Zainuddin dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas P4GN Pada Insan Media Untuk Mendukung Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba di Aula RM Banyuwangi, Kamis (14/10).

                                             

“Pencegahan dan pemberantasan narkoba harus melibatkan semua pihak, tidak hanya bisa dilakukan oleh BNN dan Polisi semata, salah satunya dengan membentuk Desa Bersinar atau Kampung Tangguh, ” kata Zainuddin.

Lebih lanjut djelaskannya, jika penanganan masalah narkoba dilakukan hanya dengan penindakan, maka penjara akan penuh.

“Bayangkan saja berapa biaya mulai dari penyidikan, penuntutan, peradilan hingga jika divonis tahanan beberapa tahun, berapa biaya makannya, jika dana itu untuk beasiswa maka akan banyak anak-anak bangsa yang mendapat pendidikan,” ujar Zainuddin.

Zainuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Batubara yang telah mendukung berdirinya BNN di Kab. Batubara, hingga hari ini BNN Batubara telah bediri selama tiga tahun.

Di tempat yang sama, Kaban Kesbanglinmas Pemkab Batubara Yafrizal menyatakan, Pemkab Batubara mendukung penuh upaya pencegahan, berupa spanduk dan banner anti narkoba. Dinas-dinas terkait juga berperan serta dalam upaya pencegahan ini.

Narasumber lainnya, Alpian juga menyampaikan pentingnya peran dan fungsi pers dalam pencegahan narkoba. (a17.b)

  • Bagikan