Waspada
Waspada » Mushola Kantor Bupati Simalungun Butuh Perhatian
Sumut

Mushola Kantor Bupati Simalungun Butuh Perhatian

 

PAMATANGRAYA (Waspada): Warga dan kalangan ASN, khususnya yang beragama Islam, mengharapkan adanya perbaikan terhadap Mushola yang terletak di kompleks kantor Bupati Simalungun di Pamatangraya.

Kondisi bangunan masih terlihat baik, namun fasilitasnya sangat memprihatinkan, terutama di bagian kamar mandi dan ruang pengambilan wudhuk.

Karena kondisi ini, kalangan ASN dan warga termasuk para camat dan kepala desa (pangulu) yang berkunjung ke kantor bupati dimaksud terpaksa pergi ke luar kompleks untuk menunaikan shalat sebagai kewajiban bagi umat Islam.

Seperti dikeluhkan beberapa pangulu usai mengikuti acara Rapat Kordinasi Pemerintahan di ruang Harungguan kantor Bupati Senin (3/5/2021),

“Dari luar kondisi bangunan mushola masih terlihat baik. Namun ketika kita mendekat, kondisinya ternyata mulai kumuh, lantai bagian teras jorok dan sepertinya ada kotoran najis kotoran ayam. Sepertinya mushola itu sudah jarang digunakan untuk tempat shalat.”

Di bagian lain, kondisi kamar mandi paling parah lagi. Ada 4 ruang kamar mandi di mushola itu, namun semua pintunya sudah tidak pada tempatnya lagi.

Kemudian, bak penampungan air terlihat sudah berpecahan dan air sudah tidak mengalir alias kosong.

Sementara kondisi tempat pengambilan wudhu masih terlihat baik, tetapi seluruh krannya tidak berfungsi lagi karena air sama sekali tidak ada.

Mushola itu dibangun saat Bupati dan Wakil Bupati Simalungun masih dipimpin oleh JR Saragih dan Amran Sinaga.

Selama kepemimpinan bupati dan wabup periode 2016-2021 itu, perawatan mushola cukup baik, pembersihannya dilakukan setiap hari oleh tenaga outsourcing, sehingga nyaman untuk tempat shalat.

Menurut salah seorang ASN yang tidak mau disebutkan namanya, kondisi mushola seperti itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

Kondisi ini dikeluhkan dan yang paling kasihan kalau ada tamu pengunjung yang datang ke kantor bupati, misalnya seperti camat, pangulu (kepdes), mereka harus keluar kompleks kantor bupati hanya untuk menunaikan shalat.

Diharapkan, setelah pergantian bupati dan wakil bupati, fasilitas mushola tetap dapat dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan ibadah oleh umat Islam khususnya ASN dan tamu yang datang ke kantor bupati Pemkab Simalungun.(a27).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2