MUI Padangsidimpuan Ajak Generasi Muda Islam Dakwah Di Medsos

MUI Padangsidimpuan Ajak Generasi Muda Islam Dakwah Di Medsos

  • Bagikan
Ketua MUI Padangsidimpuan Ustadz Drs. Zulfan Efendi Hasibuan MA (tengah) dan Ketua Ketua Panitia Seminar ‘Pengaruh Dakwah Melalui Medsos Bagi Remaja Muslim’ Firmansyah Pasaribu (2 kiri) foto bersama dengan narasumber seminar, Asep Safa’at Siregar M.Pd dan Muhammad Nuh Hasibuan S.Sos.I, Rabu (13/10).Waspada/Mohot Lubis
Ketua MUI Padangsidimpuan Ustadz Drs. Zulfan Efendi Hasibuan MA (tengah) dan Ketua Ketua Panitia Seminar ‘Pengaruh Dakwah Melalui Medsos Bagi Remaja Muslim’ Firmansyah Pasaribu (2 kiri) foto bersama dengan narasumber seminar, Asep Safa’at Siregar M.Pd dan Muhammad Nuh Hasibuan S.Sos.I, Rabu (13/10).Waspada/Mohot Lubis

P.SIDIMPUAN (Waspada) :  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan Ustadz Drs. Zulfan Efendi Hasibuan MA ajak generasi muda Islam untuk memanfaatkan media sosial (Medsos) sebagi media dakwah secara cerdas dan bijaksana mengingat Medsos memiliki dampak positif dan negatif.

“Sekarang tidak bisa kita pungkiri bahwa Medsos memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan. Manfaatkan Medsos sebagai media dakwah,” kata Ketua MUI Padangsidimpuan Ustadz Drs. Zulfan Efendi Hasibuan MA saat membuka seminar ‘Pengaruh Dakwah Melalui Medsos Bagi Remaja Muslim’ di Aula Kantor MUI, Jl. HT Rizal Nurdin, Padangsidimpuan, Rabu (13/10).

                                             

Seminar yang digelar Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Kota Padangsidimpuan tersebut menghadirkan Divisi Humas dan Pemberdayaan Umat Pesantren Darul Mursyid Asep Safa’at Siregar M.Pd dan Anggota Komisi Dakwah MUI Padangsidimpuan Muhammad Nuh Hasibuan S.Sos.I sebagai narasumber.

Ketua MUI Padangsidimpuan menjelaskan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, dakwah melalui media sosial sangat efektif sebab secara umum Medsos telah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari bagi semua kalangan, mulai dari yang muda hingga orangtua.

“Hari ini dakwah melalui Medsos akan lebih banyak yang mengikutinya dibanding secara konvensional. Bayangkan 2 menit saja dakwah melalui YouTube bisa ribuan hingga jutaan orang yang melihatnya,” ucapnya.

Ketua MUI Padangsidimpuan Ustadz Drs. Zulfan Efendi Hasibuan MA saat membuka acara Seminar ‘Pengaruh Dakwah Melalui Medsos Bagi Remaja Muslim’ yang digelar Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Kota Padangsidimpuan, Rabu (13/10).Waspada/Mohot Lubis

Untuk itu, ungkap Ustadz Zulfan Efendi Hasibuan, generasi muda Islam dituntut untuk dapat menguasai teknologi informasi media sosial dalam berdakwah untuk mengajak orang lain berbuat baik, termasuk melalui tulisan (Bil Kitabah) dengan cara yang bijaksana.

Divisi Humas dan Pemberdayaan Umat Pesantren Darul Mursyid Asep Safa’at Siregar M.Pd dalam paparannya menjelaskan bagaimana pengaruh dakwah melalui media sosial bagi remaja Muslim sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, dampak positif konten dakwah di Medsos yakni mudah, efisien dan bisa diulang, setiap saat bisa diakses, lebih menarik, mudah melakukan perbandingan, tidak terikat waktu dan ruang serta kaya wawasan.

Yang menjadi masalah dalam berdakwah melalui Medsos, ujar Asep Safa’at adalah karena takut dibilang sok alim, sok ustadz dan sok pintar sehingga banyak yang memilih diam karena tidak pede menyampaikan hal-hal baik.

“Kewajiban bagi setiap Muslim untuk mengisi ruang Medsos dengan hal positif untuk jadi motivasi bagi diri dan orang lain berbuat baik. Ini menjadi catatan kebaikan (amal jariyah),” tuturnya.

Anggota Komisi Dakwah MUI Padangsidimpuan Muhammad Nuh Hasibuan menegaskan bahwa berdasarkan data yang ada setiap orang rata-rata menggunakan internet 8 jam setiap hari dan 5 jam untuk bermedsos. Tapi generasi muda saat ini lebih menggandrungi main games.

Menurutnya, dalam bermedsos juga harus memiliki adab, seperti mampu membagi waktu secara proporsional, meluruskan niat karena Allah, sampaikan yang benar dengan bahasa yang baik, bedakan urusan pribadi dan ranah publik dan hati-hati berkomentar di Medsos.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar, Firmansyah Pasaribu SH.I menjelaskan, peserta kegiatan tersebut terdiri dari utusan BKPRMI, GP Ansor, PC IPNU, PDPM, Kemenag Kota Padangsidimpuan, Penyuluh Agama, mahasiswa dan masyarakat. (a39).

  • Bagikan