Waspada
Waspada » MUI Deliserdang: Masjid Boleh Tiadakan Shalat Jumat Dan Boleh Melakukan Shalat Jumat
Headlines Sumut

MUI Deliserdang: Masjid Boleh Tiadakan Shalat Jumat Dan Boleh Melakukan Shalat Jumat

KETUA MUI Delisedang Dr Aripin Marpaung berfoto bersama usai melakukan pertemuan. Waspada/Edward Limbong
KETUA MUI Delisedang Dr Aripin Marpaung berfoto bersama usai melakukan pertemuan. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Mencermati perkembangan situasi terkini terkait dengan pandemi Covid-19 di Kabupaten Deliserdang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Deliserdang berpendapat pengurus masjid boleh tiadakan shalat jumat dan shalat berjamaah.

Sedangkan bagi masjid-masjid yang tetap melakukan shalat Jumat dan shalat berjamaah masih juga diperbolehkan dengan ketentuan untuk terlebih dahulu mensterilkan ruangan masjid.

“Pelaksanaan shalat Jumat besok di Kabupaten Deliserdang bagi masjid-masjid yang memfasilitasi shalat Jumat silahkan saja, bagi masjid-masjid yang sudah mengumumkan untuk ditiadakan sementara juga silahkan saja. Jadi tidak ada permasalahan disitu,” kata Ketua MUI Delisedang Dr. Aripin Marpaung.

Usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Pemkab Deliserdang, Kementerian Agama Kabupaten Delserdang, tokoh-tokoh agama dan ormas Islam serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Deliserdang di kantor MUI jalan Karya Agung Komplek perkantoran Pemkab Deliserdang Kamis (26/3).

Dua Kategori Masjid

Aripin menjelaskan, setidaknya ada ada dua kategori masjid, pertama masjid pemerintahan dan kedua masjid umum.

“Jadi bagi masjid yang masuk dalam kategori pemerintahan atau instansi instansi dibawah naungan pemerintahan itu mempunyai azas legalitas tersendiri,” jelasnya.

“Jadi andai kata pemerintah Kabupaten Deliserdang besok meniadakan shalat Jumat dilingkungan Pemkab Deliserdang kita itu adalah hak daripada Pemerintahan Kabupaten Deliserdang. Namun tidak melarang jama’ah ataupun masyarakat andai kata untuk melaksanakan shalat Jumat silahkan di masjid yang lain,”tambahnya.

Aripin menghimbau, bila melaksanakan shalat Jumat masjid masjid harus steril dari virus Covid-19.

“Kepada masyarakat ingin melaksanakan shalat berjamaah ke masjid ada paling tidak dua hal pertama masjid harus steril dari virus Covid-19 ini. Jadi artinya memang masjid kita harus bersih, kalau dari MUI itu karpet karpet memang harus di gulung dan lantai masjid memang harus di sterilkan paling tidak lima kali satu hari satu malam,” imbaunya.

Lebih lanjut Aripin menyebutkan, masyarakat yang tidak terpapar Covid-19 dan tidak pula masyarakat itu masuk dalam orang dalam pengawasan (ODP). Maka boleh melakukan shalat Jumat atau shalat berjamaah.

“Namun setelah selesai shalat hendaklah segera pulang kerumah masing masing tidak membentuk perkumpulan didalam masjid. Sedangkan orang yang sudah terpapar dan sudah terjangkit dalam pengawasan maka mereka sebaiknya shalat dirumah,”sebutnya.

Meniadakan Shalat Jumat

Sementara itu Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Deliserdang mulai besok untuk meniadakan sementara shalat Jumat dan shalat berjamaah dengan batas waktu belum ditentukan.

“Hari Jumat besok sampai shalat Jumat dan shalat wajib lima waktu secara berjamaah kita tiadakan dulu untuk sementara,” kata pengurus Bandan Pengelola Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Deliserdang Khairum Rizal.

Dijelaskan ditiadakannya shalat Jumat dan shalat berjamaah di Masjid Agung Al-Ikhlas dikaruniai dalam rangka untuk mengantarkan penyebaran Virus Corona.

“Ya dalam rangka untuk mencegah Covid 19 karena virus inikan sangat kejam sekali, kita tidak tahu bentuknya bagaimana dan cara penyebarannya kita juga sudah tahu dengan tidak boleh kumpul dalam keramaian. Kita harapkan jama’ah dan masyarakat bisa memahaminya mudahan mudahan dalam waktu sudah baik kita aktifkan kembali bisa shalat Jumat dan lima waktu berjamaah,”harapnya. (cel/a06).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2