Waspada
Waspada » Mudik Dilarang Parcel Dikirim
Features Sumut

Mudik Dilarang Parcel Dikirim

Owner Vin & Wen Gift Lie Cen,44, warga Jln Imam Bonjol, Kisaran, memperlihatkan Parcelnya yang siap diantar oleh konsumen. Mudik Dilarang Parcel Dikirim. Waspada/Sapriadi
Owner Vin & Wen Gift Lie Cen,44, warga Jln Imam Bonjol, Kisaran, memperlihatkan Parcelnya yang siap diantar oleh konsumen. Mudik Dilarang Parcel Dikirim. Waspada/Sapriadi

Berkaca dengan India, dengan keluarnya putusan resmi pemerintah tentang larangan mudik bagi masyarakat dalam perayaan Idulfitri 1442/2021, putusan tersebut tentunya diambil berdasarkan pemikiran dan kajian yang panjang, dan hal itu dilakukan sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Di satu sisi banyak masyarakat yang frustasi dengan larangan mudik yang kini sudah dua kali lebaran selama Pandemi Covid-19, namun di sisi lain  bisa memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan bisnis, mulai dari sandang dan pangan dengan menjualnya dari via online.

Kesempatan inilah yang diambil Lie Cen, 44, Owner Vin & Wen Gift ,Jln Imam Bonjol , Kisaran, Asahan, dalam meningkatkan bisnisnya dalam perdagangan parcel lebaran, yang sebelumnya dilakukan penjualan tatap muka. Namun karena pandemi, sebelumnya Lie Cen berpikir bahwa tahun ini akan menjadi tersulit dalam pengembangan ekonomi atau perdagangan.

“Kita harus berpikir jauh, dan mendapatkan masukan teman-teman, kita juga membuka pesanan via online. Syukur, semuanya berjalan dengan baik,” jelas Lie Cen.

Lie Cen yang suka berbagi rezeki dengan sedekah dengan masyarakat kurang mampu ini, sebelumnya dirinya hanya melayani pembeli lokal di Kisaran, menuturkan sejauh ini pihaknya membuka keluar kota Kisaran, dan cukup mendapat kewalahan dalam pesanan parcel, karena banyak para perantau yang tidak bisa pulang kampung, sehingga mereka mengirimkan parcel kepada keluarganya.

“Meskipun orang yang bersangkutan tidak pulang kampung, namun parcelnya sampai di rumah,” jelas Lie Cen

Lie Cen mengatakan dalam mengerjakan pesanan pelanggan, bahwa pihaknya mengutamakan kualitas tinggi dan kepuasan pelanggan, sehingga dirinya memastikan tidak ada makanan yang kadaluarsa, karena hal itu tidak boleh terjadi.

“Yang kami utamakan adalah kualitas produk yang kami kirim, bukan saja keuntungan ekonomi saja,” jelas Lie Cen.

Disinggung dengan tingginya pesanan bila dibandingkan dengan tahun lalu sebelum Covid-19, Lie Cen mengatakan tahun ini menurun dalam segi keuntungan, namun disiasati karena membuka pesanan secara online.

“Menurun kalau dari segi pesanan, dulu untuk lokal, namun sekarang kita mencoba ke luar daerah, sehingga penurunan itu bisa ditutupi,” jelas Lie Cen. (a19/a20)  WASPADA

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2