Waspada
Waspada » Mudik Dilarang, Obyek Wisata Tetap Dibuka 
Sumut

Mudik Dilarang, Obyek Wisata Tetap Dibuka 

Kadis Pariwisata Toba, Jhon Piter Silalahi. Waspada/Ist

 

TOBA (Waspada) : Guna menghindari penyebaran Covid-19, pemerintah pusat telah mengumumkan larangan mudik pada libur panjang Hari Raya, 1442 Hijriah, namun di kabupaten Toba, pemerintah memutuskan untuk tetap membuka obyek-obyek wisata khusus untuk wisatawan lokal (warga Toba) saja.

Meningkatnya kasus tekonfirmasi positif di Kabupaten Toba baru-baru ini membuat pemerintah daerah melakukan gerak cepat. Salah satunya adalah pembatasan wisatawan yang diperbolehkan masuk ke obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Toba.

Pembatasan ini dituangkan dalam  Surat Edaran Bupati Nomor : 440/1361/Satgas/Covid-19/ 2021 Tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Toba poin 4d.

Dalam poin 4d tersebut  mengatur kegiatan di tempat wisata antara lain: Memastikan seluruh tempat wisata bersih dan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala; Menerapkan konsep physical distancing atau berjarak satu meter antar meja dan tempat duduk; Menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di tempat usaha; Seluruh pengunjung menunjukkan identitas diri, dan pengujung yang berasal dari luar Kabupaten Toba tidak diperkenankan masuk.

Membatasi waktu operasi

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Jhon Pieter Silalahi mengatakan, khusus untuk pengunjung yang akan masuk ke obyek-obyek wisata dari luar kota akan dilakukan secara ketat.

“Meski objek wisata tidak ditutup,
untuk mencegah penyebaran Covid-19, pengunjung dari luar Toba tidak diperbolehkan masuk ke objek wisata mulai tgl 28 April hingga 17 Mei 2021. Dan gugus tugas akan melakukan monitoring di obyek-obyek wisata tersebut,” ujar Jhon Pieter ketika dikonfirmasi Waspada, Selasa (4/5).

Lambok Simangunsong Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lumban Bulbul mengakui telah menerima surat edaran Bupati Toba tersebut. Sebagai pelaku wisata, Lambok beserta seluruh anggota Pokdarwis menyambut baik surat edaran tersebut.

“Kita tentu menyambut baik kebijakan yang diambil oleh Bupati Toba dan Satgas Covid-19. Selama masa pandemi berlangsung, masing-masing tempat usaha telah menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, jaga jarak dan pemakaian masker. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menolak kebijakan tersebut karena kita juga ingin sehat dan terhindar dari penyebaran Covid-19,” imbuh Lambok.

Selain pembatasan wisatawan di obyek wisata, Lambok juga mengapresiasi kebijakan Bupati untuk tetap membuka obyek-obyek wisata meskipun hanya untuk warga Toba.

“Jika dibandingkan dengan penutupan total obyek wisata seperti tahun lalu, kali ini lebih toleran. Sehingga para pelaku wisata masih bisa mengharapkan kedatangan tamu lokal dan masih ada perputaran ekonomi meskipun hanya sedikit,” terangnya.

Tahun lalu, terang Lambok, Lockdown yang ditetapkan pemerintah benar-benar menghancurkan ekonomi pelaku wisata Lumban Bulbul.

Mereka kehilangan mata pencaharian utama yang berdampak pada tidak terurusnya pantai sepanjang Lumban Bulbul hingga Sibola Hotangsas. Fasilitas permainan juga banyak yang rusak karena tidak terawat.

“Dan pembatasan ini kan hanya beberapa minggu saja, kita harapkan setelah nanti dibuka untuk umum, situasi Pariwisata di Toba kembali normal dan jumlah terkonfirmasi Covid-19 juga menurun” pungkasnya.

Dalam Surat Edaran yang sama poin
1 disebut agar kembali mengaktifkan Satgas penanganan Covid-19 baik di Kecamatan, Kelurahan dan Desa. Sayangnya, pantauan Waspada, hingga Selasa (4/5) belum ada terlihat petugas Satgas Covid-19 yang melakukan penjagaan di pintu masuk Obyek Wisata Lumban Bulbul dan Sibola Hotangsas.

Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Toba, melalui Kadis Kominfo, Lalo Simanjuntak, per tanggal 4 Mei 2021, jumlah warga Toba terkonfirmasi positif Covid-19 mesih tetap 77 orang dengan penyebaran, Kec. Balige 51 orang, Kec.Nassau 1 orang, Kec. Laguboti 14 orang, Kec. Siantar Narumonda 1 orang, Kec. Porsea 3 orang, Kec.Silaen 3 orang, Kec.Sigumpar 1 orang, Kec. Parmaksian 2 orang dan Kecamatan Uluan 1 orang.

Dari 77 orang terkonfirmasi positif Covid-19, menjalani isolasi mandiri 63 orang selebihnya dirawat di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 dengan jumlah kontak erat 192 orang. (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2