Waspada
Waspada » Momentum Hari Bhakti Adhyaksa, Kajari Deliserdang Paparkan Capaian Kinerja Selama 2021
Sumut

Momentum Hari Bhakti Adhyaksa, Kajari Deliserdang Paparkan Capaian Kinerja Selama 2021

 

 

DELISERDANG (Waspada):Pada Momentum Hari Bhakti Adhyaksa atau HBA ke-61, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Deliserdang, Jabal Nur SH MH menyampaikan capaian kinerja Kejari Sanggau periode Januari 2021 sampai Juli 2021.

Capaian kinerja yang disampaikan meliputi Bidang Intel, Bidang Pidsus, Bidang Pidum, Bidang Datun dan Bidang Barang.

“Ini menyangkut akuntabilitas dan keterbukaan kami dalam tenggang waktu kurang lebih satu tahun penanganan dan pelayanan kami di wilayah hukum Deliserdang ini, ada beberapa capaian-capaian,” kata Kajari Deliserdang, Jabal Nur didampingi Kasi Intelijen Ricardo Marpaung, Kasi Pidum Olan Pasaribu, Kasi Pidsus Yos Arnol Tarigan dalam paparannya, di kantor Kejari Deliserdang, Kamis (22/7) sore.

Jabal Nur pun menjelaskan, capaian kinerja dalam bidang intelijen telah dan saat ini melakukan 4 penyelidikan yaitu dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Bank Sumut KCP Galang yang sudah dilimpahkan ke Pidsus Kejatisu, dugaan KKN di Disdukcapil Deliserdang yang sudah dilimpahkan ke seksi Pidsus untuk tahap penyidikan, dan 2 penyelidikan masih sedang berjalan.

Selain itu lanjut Jabal Nur, Intelijen juga telah mengangkap 2 Daftar Pencarian Orang (DPO) pada perkara korupsi PDAM Tirtanadi cabang Deliserdang, berinisial ZS 49, warga Kelurahan Perumnas Simalingkar Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang dan AS 51, warga Jalan Cempaka Ujung Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang.

“Termasuk di bidang Intelijen di awal tahun dan diawal saya bertugas adanya penangkapan DPO di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang yang sekarang sudah tahap tuntutan, tinggal menunggu putusan dari Pengadilan Negeri Tipikor Medan,” ujarnya.

Selanjutnya Jabal Nur menyebutkan, untuk bidang Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan penuntutan kasus korupsi terhadap terdakwa AS dituntut 3 tahun penjara dengan denda Rp 100 Juta subsider 3 bulan kurungan, dan terdakwa ZS dituntut 10 tahun penjara dengan denda Rp 500 Juta subsider 3 bulan kurungan serta uang pengganti Rp 10.805.902.110 subsider 5 tahun penjara. Selanjutnya terdakwa HP dituntut 1 tahun penjara dengan denda 500 Juta.

Penuntutan terhadap kasus rokok cukai palsu dari bea dan cukai atas terpidana Syahrial Hasibuan yang sebelumnya dituntut 1,5 tahun dan diputus 1 tahun penjara dengan barang bukti 591.030 batang rokok sudah dimusnahkan.

Terdakwa MR dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 637 Juta dengan barang bukti 340.000 batang rokok, serta terdakwa M alias Lim masih proses persidangan dengan barang bukti 127.780.000 batang rokok. “Semuanya dalam kasus cukai palsu terhadap rokok,” ungkap Jabal Nur.

Untuk pengembalian uang denda dan uang pengganti, kata Jabal Nur total yang dikembalikan ke kas negara sebesar Rp 100 Juta dari 2 terpidana. “Atas nama terpidana Hendri Purban dan atas nama Albion Siagian masing-masing 50 Juta Rupiah,” katanya.

Kemudian untuk Seksi Pidana Umum (Pidum) sebut Jabal Nur telah mengangani perkara narkotika 344 berkas, Oharda (Orang dan harta benda) 184 perkara, dan pidana Kamneg-Tpul (keamanan negara, ketertiban umum dan tindak pidana lainnya) sebanyak 95 perkara. Diantara kasus yang ditangani, 6 dituntut hukaman mati, 4 telah diputuskan hakim hukuman mati dan 3 diputuskan pidana seumur hidup.

“Bahwa yang mendominasi perkara ini, masih tertinggi adalah narkotika dan ini sangat memprihatikan. Ini (jadi) tugas kita semua, baik kami terutama teman teman media ini (agar) bagaimana memerangi narkoba,” ucapnya.

Selanjutnya kata, Jabal Nur untuk seksi Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) melakukan kerjasama MoU dengan Balai Karantina Ikan II Medan dan Sekretariat DPRD Deliserdang. Telah memulihkan keuangan negara dari SKK (Surat Kuasa Khusus) BPJS Ketenagakerjaan Rp 108.429.838, dan memulihkan Bapenda Deliserdang Rp 489.585.161.

Meresmikan pos layanan hukum Kejari sebagai program Jari (Jaksa Pengacara Negara Religius) di Kantor Bupati Deliserdang, Kamis (15/7/2021).

“Perlu saya jelaskan bahwa Kejaksaan ini adalah professional dalam penanganan-penanganan perkara, baik tindak pidana maupun dalam perkara perdata dan tata usaha negara. Di satu sisi kita memang ada penanganan penindakan, pengawasan, penyelidikan (yang) itu dimiliki tiga bidang, Intel, Pidana Umum dan Pidana Khusus. Tapi disisi lain ada didalam pendamping atau pencegahan yaitu Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dan termasuk salah satunya dibidang Intelejen, makanya ada pendampingan. Jadi kita tidak semua penindakan,” sebutnya.

Dan terakhir, diungkapkan Jabal Nur dalam Seksi Barang bukti dan barang rampasan telah 2 kali memusnahkan barang bukti dari berkas 526 perkara yang sudah inkrah yaitu 69 perkara Oharda, 32 perkara Kamneg-Tpul, 423 perkara narkotika dan 2 perkara pidana khusus. (a16).

Teks foto: Kajari Deliserdang, Jabal Nur didampingi Kasi Intelijen Ricardo Marpaung, Kasi Pidum Olan Pasaribu, Kasi Pidsus Yos Arnol Tarigan dalam jumpa persnya di kantor Kejari Deliserdang, Kamis (22/7) sore. (Waspada/Edward Limbong).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2