MK Tolak Permintaan Kuasa Hukum Yusuf Roby

MK Tolak Permintaan Kuasa Hukum Yusuf-Roby

  • Bagikan
Aswanto, Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan sengketa Pilkada Tapsel pada sidang kedua, Rabu (3/2). MK Tolak Permintaan Kuasa Hukum Yusuf-Roby. Waspada/Ist
Aswanto, Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan sengketa Pilkada Tapsel pada sidang kedua, Rabu (3/2). MK Tolak Permintaan Kuasa Hukum Yusuf-Roby. Waspada/Ist

TAPSEL (Waspada) : Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyidangkan perkara perselisihan atau sengketa Pilkada Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menolak permintaan kuasa hukum Yusuf-Roby untuk menanggapi keterangan termohon pada sidang kedua, Rabu (3/2).

Permohonan untuk menanggapi keterangan termohon disampaikan Ranto Sibarani selaku kuasa hukum Paslon No.1 M Yusuf Siregar-Roby Agusman Harahap di penghujung sidang untuk menanggapi beberapa poin keterangan termohon.

“Mohon izin yang mulia untuk menanggapi beberapa poin yang mulia, ada sekitar 6 poin dari keterangan pihak termohon. Kami mohon izin sebentar yang mulia, tadi perkara No.76 dan 10 diberi kesempatan yang mulia,” kata Ranto Sibarani

Namun Majelis Hakim terdiri dari Aswanto sebagai Hakim Ketua bersama Suhartoyo, dan Daniel Yusmic P Foekh yang menyidangkan perkara sengketa Pilkada Tapsel No.22/PHP.BUP-XIX/2021 tidak mengizinkan kuasa hukum pemohon untuk menanggapinya.

Alasan Ketua Majelis tidak memberikan izin untuk menanggapi beberpa poin keterangan pihak termohon karena sudah diberi kesempatan pada sidang pertama. ”Saudara sudah diberikan pada sidang sebelumnya,” ujar hakim.

Ranto Sibarani (2 kiri) selaku kuasa hukum pemohon saat meminta izin kepada Majelis Hakim untuk diberi waktu menanggapi keterangan termohon pada sidang kedua sengketa Pilkada Tapsel di MK, Rabu (3/2). MK Tolak Permintaan Kuasa Hukum Yusuf-Roby. Waspada/Ist
Ranto Sibarani (2 kiri) selaku kuasa hukum pemohon saat meminta izin kepada Majelis Hakim untuk diberi waktu menanggapi keterangan termohon pada sidang kedua sengketa Pilkada Tapsel di MK, Rabu (3/2). MK Tolak Permintaan Kuasa Hukum Yusuf-Roby. Waspada/Ist

Dalam sidang yang digelar di ruang sidang lantai 4 Gedung 2 Mahkamah Konstitusi, KPU Tapsel melalui kuasa hukumnya membantah semua tuduhan pemohon (penggugat) dengan tegas bahwa telah terjadi kecurangan secara massif dengan melibatkan pihak penyelenggara dalam Pilkada Tapsel Tahun 2020.

“Pemohon tidak menjelaskan secara terperinci bentuk kecurangan massif yang dilakukan termohon,” kata Kuasa Hukum KPU Tapsel, MMR Syukranil Khitam dari HICON & Policy Strategies dalam sidang kedua perkara sengketa Pilkada Tapsel di Mahkamah Konstitusi.

Secara umum, ungkapnya, gugatan yang diajukan Pasangan Calon Bupati Tapsel M.Yusuf Siregar-Roby Agusman Harahap ke MK terkait hasil Pilkada Tapsel Tahun 2020 tidak jelas (obscuur libel), sumir bahkan mengada-ada dan menjurus ke arah gugatan yang imajinatif karena tidak dikuatkan dengan bukti-bukti konkrit sesuai dengan materi gugatan.

Laporan Ditindaklanjuti

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tapsel Dr SL Simbolon pada sidang kedua sengketa Pilkada Tapsel Tahun 2020 yang digugat Paslon Yusuf-Roby mengatakan, semua laporan yang diterima Bawaslu telah ditindaklanjuti.

Dari sejumlah laporan yang diterima Bawaslu, 11 diantaranya merupakan laporan terkait tudingan bahwa perolehan suara Paslon No.2 Dolly-Rasyid diperoleh dengan cara melanggar hukum dan curang sebagaimana tertuang dalam materi gugatan Paslon No.1 Yusuf-Robby.

“Terhadap 11 laporan tersebut, Bawaslu Tapsel menindaklanjuti semua laporan, kemudian hasil pembahasan di Bawaslu Tapsel, bahwa semua laporan dimaksud tidak mengandung unsur dugaan pelanggaran,” jelas Simbolon.

Ketua Bawaslu Tapsel Dr. SL Simbolon (kanan) saat memberi keterangan pada sidang kedua sengketa Pilkada Tapsel di MK, Rabu (3/2). Waspada/Ist
Ketua Bawaslu Tapsel Dr. SL Simbolon (kanan) saat memberi keterangan pada sidang kedua sengketa Pilkada Tapsel di MK, Rabu (3/2). Waspada/Ist

Tentang tuduhan bahwa ada pemilih yang menggunakan nama orang lain pada hari H Pilkada Tapsel, Ketua Bawaslu Tapsel menegaskan, tidak ada menerima laporan maupun hasil temuan tentang tuduhan tersebut.

Sedangkan laporan tentang adanya pemilih yang mencoblos berulang-ulang sebagaimana tertuang dalam materi gugatan pemohon, telah ditindaklanjuti dan diserahkankan pada sentra Gakkumdu. “Pada pembahasan kedua di sentra Gakumdu dihentikan karena tidak terpenuhi minimal dua alat bukti,” ungkapnya.

Sidang kedua Pilkada Tapsel dengan No.22/PHP.BUP-XIX/2021 dengan agenda eksepsi termohon dihadiri Ketua KPU Tapsel Panataran Simanjuntak dan MMR Syukranil Khitam SH (kuasa hukum) secara Luring serta anggota KPU Tapsel Kemri Syafi’I dan Syawaluddin Lubis secara Daring atau online.

Kemudian secara online juga hadir Bawaslu RI, KPU RI, Calon Bupati Tapsel No.1 M. Yusuf Siregar, Calon Bupati No. 2 Dolly Putra Parlindungan Pasaribu serta kuasa hukum pemohon dan termohon.(a39).

 

  • Bagikan