Miris, Jenazah Pasien Di Nisel Diangkut Pakai Betor

  • Bagikan
Jenazah pasien dari Puskesmas Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan terpaksa diangkut menggunakan becak bermotor akibat ambulans dalam kondisi rusak, Senin (31/3). Waspada/Ist
Jenazah pasien dari Puskesmas Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan terpaksa diangkut menggunakan becak bermotor akibat ambulans dalam kondisi rusak, Senin (31/3). Waspada/Ist

TELUKDALAM, Nisel (Waspada): Sangat miris dan menyedihkan, beredar video yang viral di media sosial facebook memperlihatkan jenazah seorang pasien dari  Puskesmas Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan terpaksa diangkut menggunakan becak bermotor karena mobil ambulans di Puskesmas tersebut dalam keadaan rusak, Selasa (1/4).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan pasien yang meninggal saat dirawat di Puskesmas Lolomatua bernama Ina Atur Ndruru, warga Desa Loloanaa, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan.

Peristiwa yang memilukan ini menjadi sorotan publik terhadap program kerja 100 hari kepala daerah terpilih Kabupaten Nias Selatan, Sokhiatulo Laia – Yusuf Nache yang sebelumnya telah mengingatkan jajarannya agar meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan khususnya di Puskesmas dan Rumah sakit. Insiden ini menunjukkan masih adanya masalah dalam sistem pelayanan kesehatan di daerah ini.

Menanggapi viralnya video tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan memberikan klarifikasi melalui halaman Facebook resminya. Mereka menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi karena ambulans di Puskesmas Lolomatua dalam kondisi rusak.

Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan, dr. Henny Kurniawan Duha, dalam pernyataan resminya pada Selasa, 1 April 2025, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien. Ia juga menyayangkan kurangnya koordinasi antarunit layanan kesehatan dalam menangani situasi darurat seperti ini.

Sementara menurut Kepala UPTD Puskesmas Lolomatua, pasien datang ke Puskesmas pada Senin, (31/3) dan langsung mendapatkan perawatan. Dokter yang bertugas menyarankan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar, tetapi keluarga menolak.

Akhirnya sekira pukul 16.00 WIB, pasien meninggal dunia. Saat keluarga meminta ambulans untuk membawa jenazah pulang, petugas Puskesmas tidak dapat memenuhi permintaan itu karena ambulans dalam keadaan rusak.

Upaya mencari kendaraan lain, termasuk menghubungi fasilitas kesehatan terdekat dan mencari mobil L300, tidak berhasil. Akhirnya, keluarga memutuskan menggunakan becak motor. 

Setelah kejadian ini, Dinas Kesehatan Nias Selatan segera mengirim tim teknis untuk memeriksa ambulans di Puskesmas Lolomatua. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kendaraan tersebut memang tidak layak jalan. 

Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa koordinasi antarunit layanan kesehatan sangat penting dalam situasi darurat, terutama terkait penggunaan ambulans.

Ia juga menginstruksikan agar setiap kendaraan dinas yang rusak segera diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (a26/cbhg).


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Miris, Jenazah Pasien Di Nisel Diangkut Pakai Betor

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *