Waspada
Waspada » Minum Jamu Tidak Menjamin Warga Terhindar Dari Penularan COVID-19
Headlines Kesehatan Sumut

Minum Jamu Tidak Menjamin Warga Terhindar Dari Penularan COVID-19

Mbo Gina saat meladeni pelangganya di Kelurahan Batu Nadua Jae. Minum jamu tidak menjamin warga terhindar dari penularan COVID-19. Waspada/Syarif Ali Usman
Mbo Gina saat meladeni pelangganya di Kelurahan Batu Nadua Jae. Minum jamu tidak menjamin warga terhindar dari penularan COVID-19. Waspada/Syarif Ali Usman

P. SIDIMPUAN (Waspada): Penjual jamu gendong yang akrab disapa Mbo Gina di Padangsidimpuan selalu menyarankan pelanggannya agar memakai masker dan menjaga jarak karena meminum jamu tidak menjamin warga terhindar dari penularan pandemi COVID-19.

“Meskipun sudah minum jamu, saya selalu sarankan agar pakai masker dan jaga agar terhindar dari Corona,” ujar Mbo Gina saat menjajakan jamu gendongnya di Kelurahan Batu Nadua, Kecamatan P.Sidimpuan Batu Nadua, Kamis (22/10).

Wanita yang bernama Wagina, warga Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan P. Sidimpuan Selatan itu juga mengaku hal itu dia lakukan atas saran pelanggannya yang menyebutkan di samping amal hal itu juga membantu pemerintah dalam memerangi COVID-19.

Mbo Gina mengaku tidak mengetahui apakah minum jamu bisa mengobati pasien COVID-19, namun, katanya hingga kini sedikitnya 200 orang pelanggannya belum ada yang terpapar Pandemi COVID-19 dan hal itu dia yakini karena secara umum para pelanggannya yang terdiri dari petani sawah, pekerja bangunan dan pom bensin serta PNS selalu menjaga jarak dan pakai masker.

Kata Mbo Gina, di masa corona ini, penjualannya jamu gendongnya melojak dan laris manis. Dengan Harga Rp4 ribu per gelasnya, dia memperoleh keuntungan bersih rata-rata Rp150 ribu perharinya, padahal dengan harga yang sama, sebelum pandemi hanya Rp70ribu hingga Rp80 ribu.

Bahan bahan jamu yang dia racik sendiri itu terdiri dari jahe, kunyit, temu itam, temu putih, serei, asam jawa dan gula merah serta kalau diperlukan telur bebek. Seluruh bahan jamu itu dia belanjakan di Pasar Sidimpuan dan untuk persedian seminggu cukup dengan harga Rp200 ribu.

Sedangkan lokasi yang dia lalui untuk menjajakan jamunya setiap hari, mulai dari Desa Hapinis, Kelurahan Batu Nadua Julu, Kelurahan Batu Nadua Jae dan Kelurahan Sitamiang. Seluruh wilayah itu dia lalui dengan berjalan kaki sambil menggendong jamunya.

Hadiansyah, 35 warga Panyanggar Baru, Kecamatan P. Sidimpuan Utara bersama Ucok Harahap, 48, warga Batu Nadua mengaku selalu meminum jamu yang diracik Mbo Gina tersebut karena selain enek juga terasa menyehatkan badan, dia juga mengakui Mbo Gina selalu ingatkan orang agar jaga jarak dan pakai masker, meskipun tidak semua menghiraukannya.(a31)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2