Meski Belum Diijinkan Pemko Pematangsiantar, Cabdisdik Siap Gelar PTM Terbatas - Waspada

Meski Belum Diijinkan Pemko Pematangsiantar, Cabdisdik Siap Gelar PTM Terbatas

  • Bagikan

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Meski belum diijinkan Pemko Pematangsiantar, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provsu wilayah Pematangsiantar dan Kab. Simalungun menyatakan siap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk tingkat SMA dan SMK. 

Kepala Cabdisdk Provsu James A Siahaan menyatakan di Pematangsiantar, Jumat (17/9), pihaknya  akan melaksanakan PTM terbatas mulai Senin (20/9) meski Instruksi Wali Kota belum dirubah. Menurut James,  hal itu merupakan kesepakatan bersama kepala satuan pendidikan SMA dan SMK seluruh Pematangsiantar. 

                                             

“Kami melaksanakan hal itu sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, yang menyebutkan agar membuka kembali PTM untuk kabupaten dan kota Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 2,” imbuh James. 

Menurut James, Presiden Jokowi menyebutkan hal itu saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi para pelajar di SMKN  1 Beringin, Kab. Deli Serdang, Kamis (16/9).

“Artinya, Wali Kota dan Satuan Tugas (Satgas)  Penanganan Corona Virus Diseasie 2019 (Covid-19) Pematangsiantar tidak patuh kepada instruksi Presiden tentang PTM di level 3,” jelas James. 

Disamping itu, imbuh James, Instruksi Gubsu No. 188.54/39/INST/2021 tentang PTM terbatas di masa pandemi Covid-19 menyebutkan, untuk kabupaten atau kota kevel 3 dan 2, pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan melalui PTM terbatas dan atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  dengan kapasitas maksimal 50 persen. 

“Instruksi Gubsu sebagai tindak lanjut dari hasil Keputusan Bersama 4 Menteri terkait PTM terbatas dan diperkuat dengan Instruksi Mendagri No. 14 tahun 2021. Padahal, Pematangsiantar dalam penerapan PPKM telah turun dari kevel 4 menjadi level 3. Lantas, kebijakan mana lagi yang harus ditunggi,” tanya James. 

Seharusnya, menurut James, Instruksi Gubsu, menjadi acuan bagi bupati/wali kota dan Satgas Penanganan Covid-19 dalam memberikan ijin bagi sekolah melakukan PTM sesuai kewenangan dengan kriteria level 3 dan 2.

“Karena itu, dalam pelaksanaan PTM terbatas nanti, kami akan mengikuti instruksi Presiden, SKB 4 Menteri dan Instruksi Gubsu,” tegas James. 

James menambahkan,  pihaknya juga tidak membuka seluruh sekolah secara serentak, dengan prinsip belajar secara bertahap. “Jumlah jam pelajaran PTM terbatas, diatur sebanyak dua kali seminggu dan dua jam per hari dengan durasi 60 menit. Hal itu, sesuai dengan Instruksi Gubsu.”

Mengenai vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dengan dosis lengkap yakni tahap pertama dan kedua, menurut James, sudah hampir mencapai 100 persen. “Hanya saja, ada 37 orang lagi guru yang belum melakukan vaksinasi, karena memiliki penyakit bawaan (komorbid). Namun, para guru itu tidak diikutsertakan dalam PTM di sekolah.”

“Selain itu, pemerintah melalui Mendikbudristi Nadiem Makarim menegaskan, vaksinasi terhadap murid tidak menjadi syarat bagi sekolah untuk menggelar PTM terbatas. Menurut Mendikbudristek, seluruh sekolah di daerah menerapkan PPKM level 1-3 bisa menerapkan PTM terbatas,” imbuh James. 

Pelaksanaan PTM terbatas nanti, lanjut James, pihaknya tetap berdasarkan Instruksi Gubsu dan SKB 4 Menteri itu, dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.”(a28/C).

Keterangan foto: Kepala Cabdisdik Provsu wilayah Kota Pematangsiantar dan Kab. Simalungun James A Siahaan menyebutkan, Jumat (17/9), pihaknya akan melaksanakan PTM terbatas mulai Senin (20/9).(Waspada-Sinaga). 

  • Bagikan