Waspada
Waspada » Mendesak, Penambahan Penyalur Solar Nelayan Di Batubara
Ekonomi Sumut

Mendesak, Penambahan Penyalur Solar Nelayan Di Batubara

Ketua Lembaga Pengawas Minyak dan Gas Kab Batubara Syamsul Pane ketika berbincang dengan wartawan. Mendesak, Penambahan Penyalur Solar Nelayan Di Batubara. Waspada/Iwan Has
Ketua Lembaga Pengawas Minyak dan Gas Kab Batubara Syamsul Pane ketika berbincang dengan wartawan. Mendesak, Penambahan Penyalur Solar Nelayan Di Batubara. Waspada/Iwan Has

TANJUNGTIRAM (Waspada):  Penambahan penyalur solar nelayan di Kabupaten Batubara dinilai sangat mendesak mengingat keberadaan boat maupun sampan tempel nelayan di Kuala Batubara perairan Kec Tanjungtiram dinilai terus bertambah.

Jumlah boat dan sampan nelayan ini tidak seimbang dengan keberadaan penyalur BBM Solar sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan kesulitan bagi nelayan mendapatkan bahan bakar minyak untuk keperluan melaut.

Ketua Lembaga Pengawas Minyak dan Gas Kab Batubara, Syamsul Pane mengatakan hal tersebut kepada Waspada.id, Kamis (4/3).

Menurutnya, diperkirakan 5 hingga 8 unit boat atau sampan tempel bertambah di perairan Kuala Batubara yang meliputi Kec Tanjungtiram dan Talawi untuk melakukan penangkapan ikan di laut, baik menggunakan mesin diesel maupun dompeng.

“Sedikitnya setiap boat atau sampan tempel memerlukan 2 hingga 5 jerigen BBM Solar setiap melaut. Kecuali nelayan kecil yang pulang hari, cukup berbekal satu jerigen. Ini belum termasuk yang berskala besar dan menengah,” ujarnya tanpa menjelaskan secara rinci jumlah keseluruhan armada boat dan sampan tempel nelayan dengan terjadinya penambahan tersebut.

Namun dia mengakui, kesemua nelayan ini bertumpu kepada empat titik penyalur BBM yang ada di Tanjungtiram, meliputi Tangkahan Pajak Kerang, Jl Nelayan, Jl Kartini dan Desa Pahlawan.

Bahkan tidak sedikit di antara nelayan kecewa karena tidak kebagian BBM Solar di tangkahan penyalur karena ludes terjual. Hal ini memaksa nelayan untuk membeli ke agen penampung atau penggalas dengan harga di atas ketentuan yaitu Rp6500/liter dari harga biasa Rp5150/liter.

“Ini dampak penyalur BBM masih tertumpu kepada kouta minyak yang ada, sehingga menyulitkan nelayan mendapatkan bahan bakar untuk melaut,” ujar Syamsul.

Syamsul berharap adanya upaya untuk melakukan penambahan penyalur BBM Solar di pesisir pantai Batubara sehingga memudahkan nelayan untuk mendapatkan bahan bakar keperluan melaut yang dinilainya sangat mendesak sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.(a18)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2