Waspada
Waspada » Mau Kabur Saat Pengembangan, Pengedar Sabu Dihentikan Dengan Peluru
Sumut

Mau Kabur Saat Pengembangan, Pengedar Sabu Dihentikan Dengan Peluru

Pria Ta, 26, dan San, 26,  diringkus Satres Narkoba Polres Kota Pematangsiantar, Sabtu (12/12) sore dan malam di angkot saat membawa SS ke Pematangsiantar dari Kel. Sinaksak, Kec. Tapian Dolok, Kab. Simalungun dan di Jl. Melati, Kel. Sinaksak serta menyita barang bukti SS dari Ta dan San. Mau kabur saat pengembangan, pengedar sabu dihentikan dengan peluru. Waspada/Edoard Sinaga
Pria Ta, 26, dan San, 26,  diringkus Satres Narkoba Polres Kota Pematangsiantar, Sabtu (12/12) sore dan malam di angkot saat membawa SS ke Pematangsiantar dari Kel. Sinaksak, Kec. Tapian Dolok, Kab. Simalungun dan di Jl. Melati, Kel. Sinaksak serta menyita barang bukti SS dari Ta dan San. Mau kabur saat pengembangan, pengedar sabu dihentikan dengan peluru. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Mau kabur saat pengembangan untuk mencari barang bukti narkotika jenis sabu-sabu (SS), pria Ta, 26, warga Kel. Sinaksak, Kec. Tapian Dolok, Kab. Simalungun, yang diduga pengedar narkotika jenis SS, terpaksa dihentikan dengan peluru senjata api personel Satres Narkota Polres Kota Pematangsiantar.

Kapolres AKBP Boy Binangga Siregar melalui Kasubbag Humas Iptu Rusdi dan Kasat Nerkoba AKP David Sinaga, Minggu (13/12) sore menyebutkan Ta ditembak kaki kanannya di Kel. Tanjung Pinggir, Kec. Siantar Martoba, Pematangsiantar pada Sabtu (12/12) malam.

Menurut Kasat Narkoba, Ta diringkus setelah mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan Ta sedang membawa SS dari Kel. Sinaksak ke Pematangsiantar pukul 18:00. Informasi itu segera ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya menemukan angkutan kota (angkot) yang ditumpangi Ta.

Setelah angkot dihentikan, Ta segera diringkus dan diinterogasi, di mana SS yang dibawanya disembunyikan. Ta mengaku disimpan di bawah ban serap Angkot, hingga Sat Narkoba menggeledah Angkot dan menemukan barang bukti dua amplop berisi SS sebanyak 55 paket di bawah ban serap.

Meski sudah ditemukan barang bukti SS, tapi Ta masih diinterogasi, di mana lagi menyimpan SS. Ta akhirnya mengaku menyimpan SS di rumah temannya yang panggilannya Ha. Satres Narkoba segera membawa Ta ke rumah Ha dan melakukan penggeledahan di dalam rumah Ha.

Hasilnya, ditemukan di dalam lemari dalam kamar, satu boneka doraemon dan di dalamnya ada dua bungkus plastik klip berisi SS sebanyak delapan paket, hingga berat seluruh SS yang dimiliki Ta 33,25 gram.

Ketika diiterogasi lagi, Ta mengaku masih menyimpan SS sama temannya San, 26, alias Sugul, warga Jl. Melati, Kel. Sinaksak. Pengejaran terhadap San segera dilakukan dan ditemukan serta diringkus. Ketika San digeledah, ditemukan barang bukti berupa satu kotak rokok berisi 11 paket SS seberat 2,25 gram, satu unit HP merk Vivo dan uang Rp200 ribu

Sesudah menemukan San dan barang bukti, Ta diinterogasi lagi, darimana memperoleh SS itu dan Ta mengaku dari temannya di Kel. Tanjung Pinggir, Pematangsiantar. Ta bersama San dan seluruh barang bukti segera dibawa ke Tanjung Pinggir. Namun, saat dalam perjalanan, Ta mencoba mau kabur, hingga Satres Narkoba melakukan tindakan terarah dan terukur dengan menembak kaki Ta.

Setelah membawa Ta ke rumah sakit untuk mengobati kakinya yang ditembak, Ta bersama San dan seluruh barang bukti dibawa ke markas Satres Narkoba untuk diproses.

Menjawab pertanyan, Kasat Narkoba menyebutkan Ha tidak ikut diamankan, karena Ha tidak mengetahui bisnis SS yang dilakukan Ta.

“Ta dan San masih dalam proses pemeriksaan dan penyelidikan serta pengembangan darimana asal SS itu dan siapa bandarnya,” sebut Kasat Narkoba.(a28/C).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2