Waspada
Waspada » Mau Buat Kerusuhan, Sejumlah Pelajar Dan Putus Sekolah Diamankan Polres P. Siantar
Headlines Sumut

Mau Buat Kerusuhan, Sejumlah Pelajar Dan Putus Sekolah Diamankan Polres P. Siantar

Para pelajar dari beberapa sekolah diamankan Polres Kota Pematangsiantar, karena diduga akan melakukan kerusuhan saat demo mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cpta Kerja, Kamis (15/10) siang. Mau buat kerusuhan, sejumlah pelajar dan putus sekolah diamankan Polres P. Siantar. Waspada/Edoard Sinaga
Para pelajar dari beberapa sekolah diamankan Polres Kota Pematangsiantar, karena diduga akan melakukan kerusuhan saat demo mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cpta Kerja, Kamis (15/10) siang. Mau buat kerusuhan, sejumlah pelajar dan putus sekolah diamankan Polres P. Siantar. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Diduga mau buat kerusuhan saat demo mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, sejumlah pelajar dan anak putus sekolah, diamankan Polres Pematangsiantar dari berbagai lokasi. Salah seorang pelajar putus sekolah yang diamankan, positif narkotika jenis ganja.

Pelajar dan anak putus sekolah yang diamankan Sat Reskrim dan Sat Intel Polres dari depan SMPN 4, Jl. Kartini, Tugu Becak, Taman Bunga dan Siantar Plaza, Jl. Merdeka sebanyak 17 orang dan dibawa ke Mapolres di Jl. Jend. Sudirman, Kamis (15/10) serta diinterogasi oleh Kapolres AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto dan Kasat Narkoba AKP David Sinaga.

Para pelajar dari beberapa sekolah diamankan Polres Kota Pematangsiantar, karena diduga akan melakukan kerusuhan saat demo mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cpta Kerja, Kamis (15/10) siang. Mau buat kerusuhan, sejumlah pelajar dan putus sekolah diamankan Polres P. Siantar. Waspada/Edoard Sinaga
Para pelajar dari beberapa sekolah diamankan Polres Kota Pematangsiantar, karena diduga akan melakukan kerusuhan saat demo mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cpta Kerja, Kamis (15/10) siang. Mau buat kerusuhan, sejumlah pelajar dan putus sekolah diamankan Polres P. Siantar. Waspada/Edoard Sinaga

Seluruh pelajar dan anak putus sekolah itu juga didata dan digeledah serta disita berbagai barang bawaan mereka seperti satu bendera merah putih, kertas karton dan HP. Ketika pesan di dalam HP diperiksa, isinya sangat mengejutkan, karena dalam pesan berisi ajakan untuk membakar kantor DPRD.

Salah seorang pelajar yang ditanyai mengaku tidak mengerti apa isi tuntutan mereka dan pelajar itu juga membantah tidak benar mau membakar gedung DPRD karena hanya bercanda sesama mereka.

Pelajar itu juga mengaku melalui grup WA sekolah, gurunya sudah mengingatkan agar tidak ikut demo, namun, pelajar itu dengan temannya sesama pelajar malah saling mengirim pesan mau membakar gedung DPRD.

Salah seorang anak putus sekolah mengaku tidak mau ikut demo dan menurutnya dia berangkat dari rumahnya di Jl. Medan ke Siantar Plaza untuk membeli shampoo. Namun, ketika digeledah, dalam kantong pelajar itu hanya ada uang Rp10.000, padahal rumah pelajar itu dengan Siantar Plaza cukup jauh, berjarak sekitar 5 km.

Ketika dilakukan tes dengan mengambil sampel urine, ternyata pelajar putus sekolah itu dinyatakan positif menggunakan Narkotika jenis ganja dan pelajar putus sekolah itu mengakui pernah memakai ganja.

Pelajar putus sekolah itu juga mengaku sudah bekerja di Kota Medan, namun akibat pandemi Covid-19, berhenti bekerja. Meski demikian, Kasat Narkoba tetap memerintahkan anggotanya memeriksa pelajar putus sekolah yang positif ganja itu.

Kasat Reskrim menyebutkan mereka mengamankan para pelajar dari beberapa sekolah dan pelajar putus sekolah itu untuk mengantisipasi adanya penyusup, hingga nantinya menciptakan kerusuhan saat demo mahasiswa menolak Omnibus Law.(a28/C).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2