Masyarakat Tanjungbalai Gembira, Gubsu Putuskan PTM

Masyarakat Tanjungbalai Gembira, Gubsu Putuskan PTM

  • Bagikan
Rahmat Hidayat Simajuntak. Masyarakat Tanjungbalai Gembira, Gubsu Putuskan PTM. Waspada/Rasudin Sihotang
Rahmat Hidayat Simajuntak. Masyarakat Tanjungbalai Gembira, Gubsu Putuskan PTM. Waspada/Rasudin Sihotang

TANJUNGBALAI (Waspada) : Gubernur Sumatera Utara akhirnya mengeluarkan putusan sementara memperbolehkan pembelajaran tatap muka. Hal ini disambut gembira oleh masyarakat Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Rabu (16/6).

Jumita, 44, warga Jln Amir Hamzah Kel Tanjungbalai Kota IV Kec Tanjungbalai Utara mengaku bersyukur atas keputusan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara yang mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) digelar. Selama Covid-19 ini katanya, anaknya yang duduk di kelas 3 SD hanya seminggu sekali masuk sekolah, itupun cuma mengambil soal dari sekolah.

Pembelajaran seperti ini ujar Jumita memiliki dampak negatif yang besar terhadap perkembangan pendidikan si anak. Anaknya lebih banyak bermain di luar rumah sehingga sangat tidak terkontrol.

                                             

Parahnya, si anak tidak mau mengerjakan tugas, malah dirinya yang disuruh untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya, sementara anak keluyuran di luar.

“Nanti pas di rumah, kerjanya cuma main HP, buka medsos, game on-line, bukannya membuka pelajaran,” keluh Jumita.

Masyarakat Tanjungbalai lainnya, Irwansyah, 50, warga Singguan Kel Sumbersari Kec Seitualang Raso mengucapkan terimakasih kepada Gubsu Edy Rahmayadi yang mengizinkan sekolah tatap muka. Sejak tidak aktif belajar semasa Covid-19 dirinya merasa cemas dengan masa depan anaknya yang kini duduk di kelas 2 SMP.

Dia juga khawatir dengan anaknya yang kerap keluar rumah menggunakan sepeda motor dan berkumpul bersama teman-teman nya tanpa adanya tujuan yang jelas. Parahnya ujar Irwansyah, teman sebaya anaknya ini kerap tawuran dengan remaja dari daerah lain.

“Sering kali kawan saya mengadu bahwa anak yang paling kecil itu selalu bawa kereta (motor) kencang-kencang. Dan baru-baru ini saya baru saja mengobati dan mengupah-upah (menepung tawari) seorang anak jalan Ksatria karena berkelahi,” ucap Irwansyah.

Sementara itu Rahmat Hidayat Simanjuntak, 38, seorang pendidik dan juga Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Madrasah Tsanawiyah YMPI Sei Tualang Raso Menyambut gembira atas keputusan sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang memperbolehkan Pembelajaran Tatap Muka pada Tahun Ajaran Baru 2021–2022.

Rahmat menyatakan sekolahnya siap mengadakan PTM dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Menurut Rahmat, bila belajar di sekolah belum juga normal, maka anak didik tidak akan dapat menerima dan memahami pelajaran dengan baik.

“Sedangkan belajar normal belum tentu anak faham apalagi yang hanya seminggu sekali masuk ke sekolah,” pungkas Rahmat.

Rahmat menambahkan banyak orangtua siswa yang selalu bertanya dan menyampaikan keluhan mereka tentang dampak negatif dari belum normalnya pembelajaran di sekolah. Dan tak sedikit pula orangtua siswa yang mengeluh tentang permasalahan anaknya di rumah.

“Ada orang tua yang mengeluhkan anak mereka selama belajar yang tak aktif ini semakin nakal. Ada yang melaporkan semakin banyak biaya pengeluaran mereka,” jelas Rahmat.

Rahmat juga mengaku sedih ketika banyak masyarakat menuding para guru makan gaji buta karena sekolah jarang aktif, tapi gaji jalan terus. Padahal kenyataannya kata Rahmat, akibat Covid-19 ini, banyak orangtua siswa yang tidak membayar uang sekolah dengan alasan karena belajar belum normal. Tak jarang Rahmat terlambat menerima gaji karena orangtua siswa yang belum membayar uang sekolah. (A21/A22)

Baca juga:

“Si Jago Merah” Kembali Mengganas, Empat Rumah Rata Dengan Tanah

  • Bagikan