Waspada
Waspada » Masyarakat Di Bantaran Sungai Langganan Banjir
Sumut

Masyarakat Di Bantaran Sungai Langganan Banjir

Waspada/Kristian Brahmana Muhammad Erwan Saat Turun Ke Lokasi Banjir Untuk Membantu Warganya Mengevakuasi Barang Berharganya

TEBINGTINGGI (Waspada): Setiap memasuki penghujung tahun dirinya bersama ratusan warga di Jalan Anturmangan, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Tebingtinggi, selalu dikhawatirkan akan musibah banjir, karena tempat tinggal mereka berbatasan langsung dengan sungai padang, hal tersebut diungkapkan Tokoh Masyarakat (Tomas) Jalan Anturmangan, Muhammad Erwan, 40, yang juga adalah Kepala Lingkungan (Kepling) setempat.

” Saya selalu cemas apabila sudah memasuki bulan November menuju Desember, hal itu karena saya sudah sangat hafal jadwal banjir di kotaku ini (Kota Tebingtinggi). Apabila banjir sudah datang ekonomi di kota ini serasa lumpuh total”, kata Erwan.

Dirinya selaku Tomas dan juga selaku korban banjir punya harapan besar kepada pemerintah agar kiranya dirinya bersama warganya dapat tidur dengan nyenyak setiap akhir tahun tanpa perlu ada rasa ketakutan akan datangnya musibah banjir.

Namun sepertinya hal tersebut belum bisa dilakukan karena sampai saat ini di Tebingtinggi masih banyak saluran air (Drainase) yang tumpat, jadi secara otomatis menghambat jalannya air, dan langsung menyebabkan luapan air.

” Bagi masyarakat Tebingtinggi, banjir adalah momok (beban) terbesar setiap tahun, karena apabila banjir sudah memasuki rumah mereka, secara otomatis barang-barang mereka akan hancur terendam oleh air, dan menyebabkan kerugian materil yang cukup besar, lantas siapa yang harus mempertanggung jawabkan hal tersebut?,

Apa masyarakat bantaran sungai di Tebingtinggi seperti, Jalan Anturmangan, Jalan Semut, Jalan Prof HM Yamin, Jalan Rao, Dll harus menahankannya setiap tahun, tanpa ada rasa tanggung jawab dari Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi”, tegas Erwan.

Ketika disinggung soal penyebab banjir pada Jumat(27/11) hingga Minggu(29/11), Erwan mengatakan musibah banjir kali ini memang tidak sepenuhnya kesalahan dari Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, karena memang banjir ini adalah banjir kiriman dari sungai besar yang berada di Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Namun saat volume air di sungai sudah turun drastis, mengapa genangan banjir yang berada di jalan utama di Tebingtinggi seperti Jalan Sudirman, Jalan, KF Tandean, dan Yos Sudarso turunnya sangat lama, padahal kita ketahui di seluruh jalan utama di Tebingtinggi terdapat saluran air, berarti ada dugaan saluran terebut tumpat, dan kurang mendapat perawatan dari Dinas PUPR Kota Tebingtinggi.

Maka dari itu Erwan berharap Walikota Tebingtinggi, Ir H Umar Zunaidi Hasibuan mendudukkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Tebingtinggi untuk mencari solusi dari permasalahan banjir di Kota Tebingtinggi, mulai dari melakukan pembuatan drainase baru, mengorek sampah dari seluruh drainase, memperdalam sungai, merubah pengelolaan bendungan bajayu agar lebih teratur.

Apabila hal tersebut segera dilakukan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh mudah-mudahan banjir akan teratasi.

Ketika ada pertanyaan apakah dengan hal tersbut banjir akan total tidak ada lagi setiap tahunnya, maka jawabannya adalah, ” banjir mungkin tetap ada, namun tidak akan separah ini”, tandasnya.(a04/a37)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2