Waspada
Waspada » Masyarakat Bukit Kijang Syukuran Listrik Masuk Dusun
Sumut

Masyarakat Bukit Kijang Syukuran Listrik Masuk Dusun

Masyarakat Dusun III, Desa Gunung Melayu, Kec Rahuning, Kab Asahan, bersama kepala desa, dan polisi, foto bersama saat syukuran dengan makan bersama karena listrik sudah masuk di wilayahnya. Waspada/ist
Masyarakat Dusun III, Desa Gunung Melayu, Kec Rahuning, Kab Asahan, bersama kepala desa, dan polisi, foto bersama saat syukuran dengan makan bersama karena listrik sudah masuk di wilayahnya. Waspada/ist

RAHUNING, Asahan (Waspada): Setelah cukup lama berjuang, masyarakat Dusun III Bukit Kijang, Desa Gunung Melayu, Kec Rahuning, Kab Asahan, menggelar syukuran, karena di wilayah mereka sudah dialiri arus listrik.

Tokoh masyarakat Dusun III Bukit Kijang Wagimin dalam sambutannya saat syukuran makan bersama, dihadiri Pemdes, Polisi, dan awak media, Sabtu (7/3) menuturkan butuh

perjuangan cukup lama agar listrik masuk ke wilayahnya, mulai dari 1974 perjuangan dimulai, dan akhir 2019 listrik bisa dirasakan.

“Butuh kesabaran dan tidak boleh menyerah. Beberapa kali ganti Kades, ini sudah diusulkan tapi belum terjawab,” jelas Wagimin.

Wagimin mengatakan, selama ini mereka belum merasakan kemerdekaan sesungguhnya, karena wilayah mereka belum mendapat listrik, dan sekarang masyarakat memulai hidup baru karena perjuangan mereka sudah terjawab.

Beberapa tahun lalu PLN sudah bersedia membangun jaringan ke dusun III. Tapi terkendala dengan tanaman pohon sawit milik perusahaan dan masyarakat. Tapi pohon itu boleh ditumbang untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kepedulian kepada masyarakat, sehingga listrik di Dusun III bisa terpasang, dan semoga itu bisa menjadi amal ibadah bagi kita semua,” kata Wagimin.

Kepala Desa Gunung Melayu Syaiful Amri berharap masyarakat menumbuhkan dan semangat nasionalisme, dan jangan menganggap dianak tirikan oleh pemerintah, dengan menyadari hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Mari kita bersama-sama tingkatkan nasionalisme, seperti tanpa diminta lagi harus sudah memasang bendera merah putih saat 17 Agustus, taat bayar pajak. Karena itu pasti akan kembali lagi untuk dana pembangunan,” jelas Syaiful.

Sebelumnya untuk pemasangan jaringan listrik ini, pihak PT Lonsum melepaskan HGU-nya untuk tiang listrik dan menebang 288 pohon sawit, akhirnya perjuangan masyarakat terwujud. (a15/a31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2