Masjid Terancam Longsor, Pemkab Langkat Berpangku Tangan - Waspada

Masjid Terancam Longsor, Pemkab Langkat Berpangku Tangan

  • Bagikan

 

LANGKAT (Waspada): Masjid Jami’ di Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, tepatnya di Desa Namu Ukur Utara, terancam longsor.

Selain masjid, jembatan penghubung Namu Ukur Utara dan Namu Ukur Selatan, juga terancam amblas. Hal ini diakibatkan longsor yang pernah terjadi tak kunjung diperbaiki.

Meski kondisi ini sudah sangat mengancam, tetapi Pemkab Langkat terkesan hanya berpangku tangan. Sebab, sampai saat ini pihak terkait di negeri bertuah itu belum berbuat apa pun.

Pihak terkait di Pemkab Langkat hanya berharap dan menunggu bantuan dana dari pemerintah pusat. Padahal, anggaran yang dibutuhkan hanya sekitar Rp4 miliar.

Seperti yang disampaikan Kepala BPBD Langkat, Irwan Syahri, pihaknya sudah mengusulkan ke pusat agar dilakukan penanggulangan terhadap longsor tersebut.

“Samapi sekarang memang belum ada perkembangan. Karena ketepatan ada bencana di NTT. Yang pasti sudah kita usulkan,” ucapnya baru-baru ini.

Irwan Syahri mengakui, untuk penanggulangan longsor itu, estimasi anggaran yang harus disiapkan sebesar Rp4 miliar. “Anggaran ini sudah termasuk penanggulangan longsor di Salapian,” ungkapnya.

“Kalau kami hanya upaya pengusulan, itu pun hanya penambalan dan penguatan pondasi. Mungkin PUPR lah yang bisa menanggulangi secara permanen,” tambahnya.

Irwan Syahri juga menyebutkan, kondisi masjid dan jembatan sudah sangat mengkhawatirkan. Terlebih lagi saat ini intensitas curah hujan cukup tinggi. “Kami tahu itu sangat rawan. Upaya kita sudah sampai ke pusat. Jadi bagaimana lagi, kita tunggulah,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Langkat Subianto, mengakui, longsor tersebut sudah ditindak lanjuti oleh BNPB Langkat dan sedang proses di Jakarta. “Itu memang kewenangan Langkat. Sudah ditindak lanjuti BNPB dan sedang diproses di Jakarta,” ungkapnya. (a34)

  • Bagikan