Waspada
Waspada » LSM Gatwamtra Binjai Selidiki Dugaan Penjualan Lahan RTRW Pemko Binjai II Di Tunggurono
Headlines Sumut

LSM Gatwamtra Binjai Selidiki Dugaan Penjualan Lahan RTRW Pemko Binjai II Di Tunggurono

Lahan eks. PTPN II di Tunggurono diperuntukkan RTRW Pemko Binjai. LSM Gatwamtra Binjai Selidiki Dugaan Penjualan Lahan RTRW Pemko Binjai II Di Tunggurono. Waspada/Ist
Lahan eks. PTPN II di Tunggurono diperuntukkan RTRW Pemko Binjai. LSM Gatwamtra Binjai Selidiki Dugaan Penjualan Lahan RTRW Pemko Binjai II Di Tunggurono. Waspada/Ist

BINJAI (Waspada) : Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gatwamtra Binjai selidiki dugaan penjualan lahan eks PTPN II yang diperuntukkan RTRW Kota Binjai. Kordinator Investigasi LSM Gatwamtra M. Simarmata menjelaskan, Senin (25/1), pihaknya berusaha mendapatkan data otentik penjualan lahan eks PTPN II di Kelurahan Tunggurono yang diperuntukkan RTRW Pemko Binjai.

Simarmata menyebutkan, lokasi lahan untuk Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) ditetapkan era Wali Kota Binjai dipimpin Alm. Abadi Barus dan disetujui 113 HA yang lokasinya di eks. Lahan PTPN II Kelurahan Tunggurono. ”Pemko Binjai seperti tidak peduli, sebab tidak memasang tanda-tanda di areal yang akan dijadikan RTRW, sehingga lahan itu kini banyak diperjualbelikan pihak tertentu”.

Kordinator Inventigasi LSM Gatwamtra M. Simarmata mengaku sudah menghubungi beberapa pejabat di Pemko Binjai, tetapi tidak ada memberikan penjelasan positif. Bahkan Camat Binjai Timur Herdiansyah Putra Pohan mengetahui kasus adanya dugaan jual beli lahan dan di kapling. Camat Binjai Timur tidak punya wewenang dan ia hanya berucap ”Biarkan saja, yang beli harusnya jangan mau dibodohi sebab itu tanah kebun,“ kata Herdiansyah kepada Kordinator Inventigasi LSM Gatwamtra.

M. Simarmata kini sedang melakukan investigasi kepada pembeli, ”Saya belum pegang data atau fakta akurat, jual beli diperbuat secara akte notaris oleh notaris di wilayah Kab. Deliserdang,” ujarnya. Diakui Simarmata, melakukan investigasi kasus lahan Tunggurono tidak mudah,dan memerlukan waktu cukup lama. ”Saya yakin datanya akan saya peroleh, sebab ada foto akte notaris dan saya akan inventigasi kepada pembelinya dulu, guna mendapatkan dari siapa membeli dan bagaimana proses pembuatan akte notaris”.

Begitupun M. Simarmata berharap Pemko Binjai harusnya ikut menyelamatkan lahan yang diperuntukkan RTRW Pemko Binjai seluas 113 HA.(a.12/C)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2