Waspada
Waspada » Losmen Sibayak Berastagi: Berbagi Tidak Harus Menunggu Lapang Rezeki
Sumut

Losmen Sibayak Berastagi: Berbagi Tidak Harus Menunggu Lapang Rezeki

KELUARGA besar Losmen Sibayak Berastagi diabadikan saat memberi bingkisan sembako kepada kaum Dhuafa di Dusun VI dan IX Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi. Waspada/Micky Maliki
KELUARGA besar Losmen Sibayak Berastagi diabadikan saat memberi bingkisan sembako kepada kaum Dhuafa di Dusun VI dan IX Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi. Waspada/Micky Maliki

 

TANAH KARO (Waspada): Keluarga besar Losmen Sibayak Berastagi peduli kaum dhuafa.

Sebagaimana dipenghujung Ramadhan tahun lalu, di bulan Ramadhan 1442 H ini, pihaknya kembali mengadakan program pembagian sembako untuk warga di Dusun VI dan IX , Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Selasa (11/5).

Paket lebaran berupa sembako ini, diserahkan langsung Dickson Pelawi yang diwakili istri, Anita Br Kaban didampingi kedua putri dan seorang cucunya kepada belasan kaum dhuafa, berpusat di Masjid Alhidayah dusun itu.

Penyerahan sembako ini juga disaksikan Nazir Masjid, Musrun, Ustad Darwin dan sejumlah jamaah selepas sholat taraweh.

Dikatakan Anita, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kurang beruntung khususnya di kawasan Dusun VI dan IX di Desa Sempajaya.

Tujuan dari diadakan kegiatan ini, tidak lain hanya sedikit bisa meringankan beban kaum dhuafa dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Serta membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sesama umat Islam.

Disebutnya, selain menjelang Lebaran Idul Fitri, bahwa pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi global khususnya di Indonesia termasuk keluarga dan saudara kita yang kurang mampu.

Sehingga paket sembako ini diharapkan menjadi instrumen untuk membantu mereka yang kurang mampu.

“Kami berikan bantuan sembako kepada masyarakat Dhuafa walaupun tidak seberapa tapi paling tidak semua ini merupakan wujud kepedulian kami kepada saudara umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri,” katanya.

Pemberian sembako keluarga besar Losmen Sibayak Berastagi ini, selalu dilakukan sejak masih hidup Almarhum Jaman Pelawi yang merupakan ayahanda Dickson Pelawi.

Selain sudah menjadi kewajiban, kebiasaan itu sampai sekarang masih tetap dijalankan anak dan cucunya.

Sebab apa yang sudah diajarkan dan dibiasakan almarhum masih terus dilakukan.

“Berbagi tidak harus menunggu lapang rejeki kemudian kita baru bisa berbagi. Yang terbaik adalah apapun yang kita miliki meski hanya sebesar biji kurma kalau bisa dibagi, karena siapa tahu itu merupakan amal baik terakhir kita,” ungkap Anita.

Sementara itu, Ustad Darwin didampingi Nazir Masjid Musrun yang mewakili kaum dhuafa penerima bantuan sembako ini mengaku.

Pihaknya sangat berterima kasih dengan apa yang sudah diberikan kepada jamaahnya.

Sebab apa yang sudah dilakukan keluarga besar Losmen Sibayak Berastagi kepada jamaahnya, begitu berarti dan nantinya bisa dirasakan kepada keluarga mereka dirumah.

Dengan adanya kegiatan ini, Darwin berharap kedepanya bisa kembali melakukan hal seperti bagi jamaahnya yang kurang mampu.

Selain itu, apa yang sudah diterima jamaahnya saat ini.

Bantuan dari keluarga besar Losmen Sibayak Berastagi juga bisa dirasakan kaum dhuafa yang ada di desa lain di seluruh Kabupaten Karo

“Terima kasih kepada keluarga besar Losmen Sibayak Berastagi, dalam hal ini sudah peduli dengan kami. Semoga keluarga semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah, semoga Allah SWT membalas kebaikan ibu bapak dengan pahala yang berlipat ganda,” ungkap Darwin. (c02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2